Archive

Archive for April, 2009

Cinta adalah nasehat

April 28th, 2009

Agama Islam menganjurkan umatnya untuk saling mencintai. Saya-pun berusaha mempraktekannya, saya mencintai saudara seiman karena agama, sedang agama kata Rosulullah, adalah nasehat, sebagaimana sabdahnya : “Agama adalah nasehat “Kami bertanya , “Untuk siapa” Beliau menjawab “Untuk Alllah, Kitab-kitabNya, Imam-imam kaum muslimin dan orang-orang awam diantara mereka.” (HM. Imam Muslim)
Karena hadist diatas, saya ingin mengungkapkan rasa cinta saya kepada saudara seiman dengan memberi nasehat, ini juga sejalan dengan peran kita sebagai umat muslim, yaitu sebagai dai (penyeru) “serulah umat pada kebaikan”
Seorang yang saling mencintai akan saling menasehati, dan sebaik-baik nasehat adalah mengajak seseorang untuk dekat pada TuhanNya, juga cinta pada agamanya. Nasehat dalam Islam itu penting, sehingga para sahabat Rosulillah saling nasehat-menasehati ketika bertemu, mereka berkata “Wahai sahabatku, berilah aku nasehat.”

Jalani hidup ini dengan sebaik mungkin
” Maka tetaplah kamu pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah taubat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya dia maha melihat apa yang kamu kerjakan.” (QS.Huud:122)

Sahabat, ada yang akan selalu terikat dengan kehidupan, yaitu waktu. Waktu akan terus berjalan kedepan tanpa berhenti. Waktu tidak dapat berhenti bahkan sedetikpun tidak akan sudi untuk berhenti.
Waktu sangat berarti, karena waktu manusia sangat terbatas, waktu hidup kita dapat saja akan berhenti sewaktu-waktu, tanpa kita tau. Bisa saja, kita akan hidup 50 atau 60 lagi tapi mungkin juga 1 atau 2 hari lagi, ajal sudah menjemput kita.
waktu sangat penting, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana cara kita menggunakan waktu kita , apa yang kita perbuat?Sebaerapa besar manfaatnya?
Bukanlah banyaknya waktu yang ada menjadikan waktu itubernilai, apa gunanya 1 hari yang kita gunakan hanya untuk tidur dibanding 1 jam yang kita gunakan untuk membaca al-Quran. mana yang lebih baik?
Sahabat, adalah penting menjalani kehidupan kita didunioa dengan sebaik mungkin, karena kehidupan itu sendiri adalah anugerah dari Allah, kita harus mempertanggung jawabkan semuanya, juga mensyukurinya.
Kehidupan yang baik adalah kehidupan yang kita jalani dengan benar. Ingatkah..bahwa kita selalu berdo’a pada Allah”…Ya Alllah, tunjukanlah kami jalan yang lurus…”, Jalan yang lurus adalah jalan kebenaran, jalan yang digariusakan oleh Alllah dan Rosulnya.
Sahabatku, dimana kita akan mendapatkan petunjuk?Dimana bisa kita dapat?
Petunjuk yang benar adalah petunjuk dari Allah.Al-Quran adalah petunjuk dari Allah, kita bisa terjemahkan dengan cara membaca AL-Quran, kita bisa mendapat petunjuk dengan mentadaburi(memahami) al-Quran, kita akan dapatkan rahmat dari Allah setelah kita menjalankannya.
Al-Quran adalah konsep atau dasar hidup yang harus kita jalankan, sumber ilmu dari segala ilmu pengetahuan, penerang kehidupan dan pedoman hidup manusia. Seorang yang berpedoman pada al-Quran akan kokoh melangkah. Dan Islam adalah ‘gaya hidup’ orang-orang yang benarIslam adalah baju dari hati orang-orang beriman.
Sahabat ku jalani hidup ini dengan sebaik mungkin.

Oleh : Feri Muhammad

Article

Love From Friends

April 28th, 2009

img_0015

Judul : Love From Friends
Penulis : Feri Muhammad
Penerbit : Ananda Publisher
Harga : -
Jumlah halaman : 103 +vi

Detail :
Ini adalah buku Love From Friends, penulis mengartikan nasehat sdariu sahabat. Buku ini bernafaskan Islam, agama “cinta dan Nasehat”
Seorang muslim dianjurkan untuk saling mencintai karena agama, Rosullullah bersabdah “Agama adalah nasehat” (HR. Imam Muslim)
Seorang yang saling mencintai, akan saling menasehati, dan sebaik-baik nasehat adalah mengajak seseorang untuk dekat pada TuhanNya, juga cinta pada agamanya. Nasehat dalam Islam itu penting, sehingga para sahabat Rosulillah saling nasehat-menasehati ketika bertemu, mereka berkata “Wahai sahabatku, berilah aku nasehat.”
Buku ini hendak mengatakan kepada anda tentang empat hal, “jalani kehidupan mu dengan baik, milikilah kepribadian dengan yang baik, perlakukan semuanya dengan baik dan berbekallah untuk akhirat mu dengan sesuatu yang baik”.
Buku ini sangat penting bagi setiap orang, khususnya para generasi Islam.

Ananda Book

Jadilah Wanita Sholihah

April 26th, 2009

Jumlah wanita didunia mencapai separuh dari total penduduk dunia. Dalam perjalanan hidupnya, wanita memiliki banyak dinamika. Ada wanita yang dapat menghadapi dinamika kehidupanya dengan baik dan ada yang gagal.

Seorang pujangga pernah berkata , “seorang wanita itu ibarat sekolah, apabila kamu siapkan dengan baik, berarti kamu menyiapkan suatu bangsa yang harum namanya”. Ada juga yang mengatakan, “Dibalik keberhasilan setiap pembesar, selalu ada wanita”. Subhanallah…
Hak diatas dapat kita pahami bersama. Seorang wanita banyak berperan dalam menetapkan generasi yang akan datang dengan memberikan pendidikan dan pemeliharaan yang terhadap anak-anak, hingga saatnya mereka dewasa dan mandiri. Banyak para wnita wanita telah memperoleh usaha menduduki peran sesuai kapasitas dan tuntutan dalam Islam. Peran tersebut meliputi seluruh aspek termasuk dalam bidang politik. Namun di tengah-tengah kemajuan tersebut, ternyata masih banyak para wanita khususnya muslimah yang terlalu jauh dari fitrahnya dan nilai-nilai agama, bahkan terpuruk dalam gelimang dosa.

Kenapa terjadi demikian..?
Mari kita lihat penjelasan berikut. Ini semua yang menyebabkan masyarakat khususnya muslimah menjadi buruk akhlaknya, perilakunya, serta menampakan kebodohannya.

-pertama, kondisi masyarakat sudah penuh dengan virus-virus dan nilai-nilai dari barat yang merusak. Saat ini teknologi berkembang pesat, terutama media dan komunikasi termasuk internet. Namun bayak yang mempergunakan perkembangan teknologi tersebut secara salah dan tidak semestinya. bukan manfaat dan kebaikan-kebaikan yang di ambil tetapi jjustru nilai-nilai yang sifatnya merusak, seperti kriminal dan pornografi.
-Kedua, para wanita sendiri kurang bahkan tidak memahami nilai-nilai dan prinsip Islam dengan baik. Mereka banyak berbuat maksiat dan melanggar aturan-aturan Alllah, misalnya banyak diantara wanita muslimah yang belum menutup auratnya, atau menutup auratnya tapi tidak sempurna, sehingga justru menarik perhatian lawan jenisnya.
Kita serinng melihat remaja putri yang memakai pakaian serba minim dengan ingin berpenampilan trendy. Justru hal demikian yang mengantar mereka pada prilaku yang “Serba Boleh”, bergaul dengan lawan jenis tanpa batas-batas norma, sampai akhirnaya dia melakukan perbuatan yang tidak sepatutnya. Kita melihat awalnya mereka banggga dengan kelakuan-kelakuan mereka, tetapi kemudian menyesal di akhir.

Apa yang perlu dilakukan…?
Yang perlu kita lakukan adalah memperkuat keimanan dalam diri kita. Dengan iman yang kuat dan besar, hati nurasi seorang akan terkontrol, sehingga bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, mana yang harus dilakukan mana yang harus dihindari.

Cobalah cermati kata mutiara ini, “Wanita adalah tiang negara, jika wanitanya baik, maka negara tersebut akan kokoh dan kuat. Dan sebaliknya, jika wanitanya buruk maka tunggulah kehancurannya”.

Oleh : Ustadjah drg. Sapto Rini

Article

Agama Sebagai Pelita Hidup

April 26th, 2009

Saat berbicara tentang agama, dan siapa yang mengerti apa pentingnya agama, kita akan berfikir pada satu makhluk, yakni manusia, yang merupakan makhluk paling sempurna dibanding makhluk lain, baik tumbuhan dan binatang.
Binatang dan tumbuhan tidak punya akal fikiran, apalagi Qalbu. Dalam kesehariannya, binatang hanya mengandalkan naluri. Karena itu, binatang tidak dapat melakukan inovasi untuk membuat hidupnya lebih nyaman.
Kita boleh merenungkan, adakah makhluk lain yang punya kelebihan melebihi manusia?
Alibasyah (2001) mengkaji isi al-Qur’an dan menyebutkan berbagai hal tentang manusia, yaitu: 1.) Manusia dicipta oleh Allah dalam bentuk dan keadaan syang sebaik-baiknyaa [at-Tin (95):4] 2.) Manusia dimuliakan dibandingkan dengan kebanyakan makhluk-makhluk yang lain [al-Isra(117):70]. 3.) manusia bersifat keluh kesah lagi kikir [al-ma’arij (70): 19]. 4.) Manusia sangat banyak yang membantah [al-kahfi (18):54].
Mengapa manusia bisa melakukan hal yang lebih buruk dari makhluk lain?
Lihatlah, banyak kerusakan alam yang terjadi akibat tangan jahil manusia, ada manusia yang tega membunuh sesamanya, ada yang tidak risih menyakiti hati orang lain. Apakah makhluk lain melakukan hal demikian?
Siapakah sebenarnya manusia, bagaimana sifatnya, manusia seperti apa yang baik? Dan mengapa mereka bisa melakukan hal buruk?
Setiap manusia, mempunyai potensi untuk berbuat baik atau sebaliknya berbuat yang lebih hina dari pada binatang. Sehingga ada manusia yang menjadi mulia, dan ada yang menjadi sangat hina. Kita perlu merenungkan penyebab dari kedua kutup tersebut.
Ada banyak aspek yang membentuk manusia menjadi buruk, atau sebaliknya. Misalnya, pengaruh lingkungan, baik dirumah dan ditempat kerja. Pendidikan juga mempengaruhi, keseimbangan pendidikan dapat menadikan seseorang menjadi pribadi yang cerdas dan bersahaja. Yang selanjutnya adalah teman, dengan siapa dia bergaul, siapa yang menjadi panutannya, dan siapa idolanya.

Pentingnya sebuah pelita
Ibarat orang yang berjalan, ada yang berada dalam kondisi terang karena adanya cahaya, dan ada yang berjalan di kegelapan. Yang pertama dapat melihat jalan dengan jelas, sehingga dapat memilih mana yang baik dan mana yang buruk, jalan mana yang mestinya dilalui untuk mencari jalan hidupnya. Akan tetapi yang kedua, orang tersebut sulit kemana arah yang akan dituju, dia sering terantuk batu, menabrak ataupun bahkan masuk kejurang kenistaan.
Secara fitrah, manusia dilahirkan dalam kondisi tanpa apa-apa, dari seorang ibu. Bayi yang baru lahir belum dapat menggunakan akal fikiran dan alat indranya untuk dapat digunakan sebagai bekal mengarungi kehidupan.
Dengan berjalannya waktu, detik ke-menit, hari ke-bulan, dan selanjutnya, usia kita semakin bertambah, kita mulai memiliki ketangkasan dan ilmu dari sekolah dan didikan keluarga. Dengan ini, akal kita mulai terlatih, dan seharusnya, kita telah mengerti mana yang baik dan mana yang buruk, mana yang harus kita kerjakan dan mana yang tidak, mana yang harus kita pegang dan mana yang perlu kita hindari. Berubahlah dan berkembanglah menuju sesuatu yang lebih baik.

Tentang peran manusia didunia
Banyak pendapat mengenai hal ini, akan tetapi mari kita renungkan dari qalbu kita. Betapa banyaknya materi, harta, kedudukan, istri/suami, anak dan sebagainya, tetapi kalau sudah kita tinggalkan, tidak ada yang mengikuti.
Natsir (1978) mengatakan bahwa tujuan hidup manusia adalah menyembah Alah SWT. Dalam hal ini semua kegiatan manusia, baik yang berupa ibadah kepada Allah maupun muamalah, semuanya itu dilakukan dalam rangka persembahannya kepada Allah, dengan niat hendak mencapai keridhaan Allah.
Kita perlu merenungkan kembali bagaimana kehidupan yang kita jalani. Apakah kehidupan kita ini untuk berkhidmat kepada Allah atau kepada gemerlapnya dunia. Disebutkan dalam hadits qudsi, riwayat al Qudha’i yang bersumber dari ibnu Ma’ud r.a.: “Wahai dunia! Berkhidmatlah kepada orang yang berkhidmat kepadaku dan perbudaklah orang yang mengabdi kepadamu”.
Manusia yang sadar akan hakikat kehidupan akan mengatakan bahwa hidup manusia juga merupakan pra kualifikasi. Manusia yang kualifikasi baik akan menemui kehidupan yang jauh lebih baik, dialah akhir kelak secara kekal. Akan tetapi manusia yang ingkar, kafir akan menemui kehidupan yang buruk dan kekal di zaman akhir kelak.

Agama sebagai pelita
Manusia yang hidup didunia memerluan cahaya agar apa yang dijalani selalu diterangi. Dalam hal ini agama yang hanif dan lurus merupakan cahaya diatas cahaya. Cahaya yang tidak hanya menerangi kehidupan secara fisik atau lahir saja, tetapi dapat juga menerangi qalbu kita. Tinggal bagaimana manusia itu mau tidak diberikan cahaya tersebut.
Dalam era sekarang ini banyak orang yang sudah tahu akan cahaya itu. Karena tidak ada alasan lagi untuk tidak tahu. Informasi alam berbagai bentuk dapat dengan mudah di akses dalam waktu yang sekejap. Akan tetapi dalam menggunakan pelita sebagai cahaya masih pilih-pilih. Pelita yang kita gunakan sering hanya dalam waktu tertentu saja: shalat, majelis ta’lim saja. Atau kita menggunakan pelita hanya secara seremonial. Pelita sering kita tinggalkan waktu kita dijalan, waktu bekerja dan melakukan aktivitas keseharian.
Sering kehidupan yang kita jalani dengan penuh kegelapan dan kita tidak mau menggunakan pelita itu, sehingga sering bertabrakan dengan aturan, teman, dan lainnya. Akibatnya kita menderita sakit. Sakit yang paling parah menimpa kita adalah sakit hati. Dalam hal ini bukan hanya penyakit yang bersifat fisik, tetapi lebih dari itu, Allah sudah memberikan garansi dan keridhoannya bahwa pelita itu sungguh sempurna. Dalam surat al-Maidah (5)3 Allah berfirman: “..Pada hari ini telah kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai islam itu jadi agama bagimu..”.
Al-qur’an sebagai pelita bukan hanya dalam ibadah mahdoh, pahala, surga dan neraka. Akan tetapi al-Qur’an merupakan sumber pencerahan dari segala hal bagi manusia, termasuk untuk menggapai kemajuan Iptek untuk kesejahteraan ummat manusia. Perlu disimak ayat-ayat al-Qur’an yang memberikan pelita mengenai perkembangan ilmu pengetahuan. Yaasin (36) :36 yang menerangkan bahwa di bumi ini diciptakan sesuatu berpasang-pasangan. Al- zalzalah (99):1-2 yang menerangkan mengenai bumi dan isi perut bumi. Al-Hajj (22):47 yang menerangkan adanya perbedaan lamanya waktu. Sehingga oleh Einstein disebut sebagai hukum relatifitas. Sebelum Einstein mengungkap masalah relatifitas waktu, orang masih banyak yang belum percaya akan isi al-Qur’an ini. surat an Naml;88, yang menerangkan adanya pergerakan lempeng. Sehingga ditemukannya kenyataan bahwa pantai timur benua Amerika sisi selatan dahulunya gandeng dengan pantai barat benua Afrika. Kepulauan Hawaii juga masih bergerak. Dengan diketemukannya alat Global Positioning System (GPS) maka pergerakan bagian permukaan bumi ini dapat diketahui dengan lebih mudah.
Hati merupakan cermin, jika cermin itu bersih maka dapat memantulkan cahaya dari pelita. Atau bagaikan bulan yang mampu memantulkan sinar matahari. Sehingga bulan dapat memberikan penerangan kepada belahan yang sedang tidak menerima sinar matahari secara langsung. Dengan adanya bulan, permukaan belahan bumi yang sedang waktu malam tidaklah gelap gulita. Jika cermin itu kotor dan buram maka tiak mampu memantulkan cahaa tersebut.
Genggamlah pelita, dimanapun kita berada, kita akan dapat berjalan dengan sinar yang terang, mengikuti ridho Allah.

Oleh : DR. Ir. Nurcholis M.Agr

Article

Ada Hikmah Dalam Cinta

April 26th, 2009

Apakah pemakaian cinta untuk memandang Islam ini adalah sesuatu yang baru? Sebenarnya tidak. Dalam al-Quran telah banyak disebut tentang fenomena cinta seorang hamba kepada Rabb-Nya. fenomena ini kemudian terejawantahkan dal berbagai kisah penuh arti dalam pengorbanan yang dialami oleh Rosullah SAW dan para sahabatnya.

Terjemahan QS Al-Anfaal ayat 2-4 :
” sesungguhnya orang2 yg beriman itu adsalah mereka yang apabila disebut Nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada merka Ayat-ayatnya bertambahlah iman meraka(karenanya) dan kepada tuhanlah mereka bertawaqal, (yaitu) orang2 yang mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian dari rezeki yang kami berikan kepada mereka.
Itulah orang2 yang yang beriman dengan sebenar2nya, Mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian disisi Tuhan- Nya ampunan serta rezeki (Nikmat) yang mulia “.
Al-Quran yang mulia telah menyebutkan rangkaian karakteristik seorang mukmin sebagai orang yang penuh cinta. Bergetar hati ketika mendengar Nama Sang Kekasih disebut, ingin selalu membaca surat2nya dan hati sepenuhnya percaya kepada sang kekasih adalah tanda2 klasik manusia yang sedang jatuh cinta. Dan ketika cinta itu tertuju kepada Rabb pemilik alam, maka sungguh kekuatan yang dihasilkan pun menjadi tak terhingga.

Tidak akan pernah lepas dari ingatan, betapa Rosulullah SAW menolak usul malaikat Jibril untuk menjatuhkan bukit ke atas kotaThaif, setelah penduduk kota itu menolak da’wahnya dan mengusir sang Rosul mulia dari kota mereka. Justru pribadi agung itu mendoakan mereka dengan Cinta yang setulusnya, “Ampuni mereka ya Allah, karena mereka tidak tahu .”

Selalu juga bergetar hati kita saat mengingat kembali tentang bagaimana Umar bin Khattab berlomba dengan Abu Bakar as Shidiq dalam bersedah. Ketika itu, panggilan jihad berkumandang. Rosulullah SAW pun menyeru kepada umat Islam untuk menyumbangkan harta mereka di jalan Allah

Oleh : Ginanjar Widhi Yoga

Article

Menjadi Muslimah yang dicintai Allah

April 26th, 2009

img_00051

Judul : Menjadi Muslimah yang dicintai Allah
Penulis : Feri Muhammad
Penerbit : Ananda Publisher
Harga : -
Jumlah halaman : 98 halaman + ix
Detail :
Buku ini membahas tentang potret kehidupan sebagian para remaja, khususnya kaum hawa, tentang kebiasaan baik dan buruk yang mereka lakukan dan kondisi lain terkait wanita yang akhir-akhir ini diperhatikan .
Buku ini juga membahas tentang bagaimana menjadi seorang yang produktif, saat mengisi waktu-waktu luang.
Pada dasarnya buku ini mengajak dan memotifasi wanita untuk menjadi lebih baik, saling nasehat-menasehati dalam kebaikan.

Ananda Book

Ketika Orang Baik Mengalami hal Buruk

April 26th, 2009

img_0009

Judul : Ketika Orang Baik Mengalami hal Buruk
Penulis : Feri Muhammad
Penerbit : Ananda Publisher
Harga : -
Jumlah halaman : 76 halaman + xi
Detail :
Ada sebuah ayat yang penting untuk kita :
“Apakah mengira bahwa kamu akan masuk surga. padahal belum datang kepada mu kepada mu cobaan sebagaimana halnya orang-orang terdahulu…(QS. Al-Baqarah :214)

Dalam ayat (QS. Al-Insyirah : 6), ada sebuah “angin segar” untuk kita : ” Sesungguhnya, setelah kesulitan itu ada kemudahan.” Buku ini menguraikan dua sisi penting dalam hidup, tentang kesedihan dan kebahagiaan. Buku ini akan sangat bermanfaat bagi anda yang sedang dilanda kesedihan dan pernah mengalami hal buruk…

Ananda Book

Islam is the Way of Life

April 26th, 2009

img_0012

Judul : Islam is the Way of Life
Penulis : Feri Muhammad
Penerbit : Ananda Publisher
Harga : -
Jumlah halaman : 73 halaman+ xii
Detail :
Islam is the way of life sebuah perenungan ” Mencari Makna Hidup”. Buku ini menjelaskan kepada anda , bahwa kehidupan yang baik adalah kehidupan yang seimbang, kehidupan yang digunakan untuk mencari dunia, namun tidak melupakan akhirat, Hidup untuk kebaikan diri sendiri juga untuk orang lain. Buku ini juga berpesan, bahwa apapun yang anda alami didunia ini, bahagia atau kesedihan, kebaikan atau penderitaan, rasa cinta atau cobaan, akan bisa anda jalani dengan baik, dengan petunjuk agama yang indah ini, Islam.

Ananda Book

Hari Esok Harus Lebih Baik

April 26th, 2009

img_00041

Judul : Hari Esok Harus Lebih Baik
Penulis : Feri Muhammad
Penerbit : Ananda Publisher
Harga : -
Jumlah halaman : 116 halaman

Detail :
Tidak semua dari kita dilahirkan oleh orang tua yang sempurna, yang mampu mengajarkan berbagai hal kepada kita secara benar dan tepat. tidak semua dari kita berada atau memiliki lingkungan yang baik, diantara ornag2 bijak yang senantiasa menentukan kita selalu berbuat baik.
Kita mungkin menjalani hidup ini secara mengalir, berbuat sesuatu yang kita anggap baik karena menyenangkan, bekerja hanya ketika kita bersemangat, melakukan yang kita mau tanpa melihat apa dampak bagi orang disekeliling kita. Namun pada akhirnya nanti, hidup kita harus berubah, tentunya menuju yang lebih baik. Sikap kekanakan kita harus hilang dan menggantikannya dengan sikap yang bijak, rasa malas harus pudar agar kita bisa berbuat sesuatu yang produktif, sikap buruk kita juga harus kita perbaiki, karena itu kita harus pastikan bahwa “Hari Esok Harus Lebih Baik”.

Ananda Book

Hidup Bahagia dengan Iman

April 25th, 2009

img_0001

Judul : Hidup Bahagia dengan Iman
Penulis : Feri Muhammad
Penerbit : Ananda Publisher
Harga : -
Jumlah halaman : 207 halaman + xiii
Detail :
Happy Life by the Faith
“Apa kabar anda hari ini..?”
“Baik-baik saja”, Atau anda menjawab yang lain…
Saya berharap kita semua berada dalam lindungan Allah SWT. Maaf.. Saya minta anda cermati dan pikirkan lagi, jawaban yang baru anda ucapkan tadi,”Baik-baik saja “.
Tahukah nada, keadaan baik pada diri seseorang, tidak semata dilihat dari dari fisiknya saja, namun mengucapkan kesehatan ruhani, serhingga waktu itu pernah seorang sahabat Rosulullah menyapa shabat yang lain dengan pertanyaan ” Bagaimanna keadaan iman mu hari ini?”, Jika pertanyaan itu diutarkan kepada anda…?
Sahabat2 pembaca…
Buku ini berisikan kumpulan artikel yang mencoba menggugah keimanan kita agar lebih cantik, yang karenanya anda akan mendapatkan kebahagiaan hidup yang hakiki, kebahagiaaan yang timbul dari keimanan anada pada Tuhan Yang Maha Esa, Allah SWT

Ananda Book