Archive

Archive for the ‘Islam’ Category

Renungan Sedetik bagi Ortu Kita

January 21st, 2010

Renungan Sedetik bagi Ortu Kita
PERNIK – Ahad, 27 Januari 2002
Beberapa hari yang lalu aku menerima telepon dari salah seorang temankuliahku yang sudah lama sekali tidak pernah terdengar kabarnya.Pembicaraan yang semula mengenai kegembiraan masa lalu dan acara wisuda yang baru saja ia lalui berubah menjadi pembicaraan yang sangat menyentuh hati ketika ia bercerita mengenai ayahnya.

Kesehatan ayahnya yang memburuk akhir-akhir ini membuat ia harus menjalani rawat inap di rumah sakit.Karena penyakit yang dideritanya, ayahnya menjadi susah tidur dan sering berceloteh sendiri. Temanku yang sudah beberapa hari terakhir tidak pernah tidur karena menjaga ayahnya menjadi jengkel dan berkata dengan ketus pada ayahnya supayaayahnya diam dan tidur dengan tenang.Ayahnya menjawab bahwa ia juga sebenarnya ingin beristirahat karena ia sudahlelah sekali, dan jika temanku itu keberatan menemani dirinya, biarlah iasendiri menjalani perawatan di rumah sakit. Setelah berkata demikian, ayahnya menjadi tidak sadarkan diri dan harusmenjalani perawatan di ICU [intensive care unit].

Temanku begitu menyesal atas kata-kata yang tidak selayaknya keluar darimulut seorang anak kepada ayahnya sendiri. Temanku yang aku kenal sebagai orang yang tegar, menangis tersedu-sedu diujung pesawat teleponku. Ia berkata bahwa mulai saat itu, setiap hari iaberdoa agar ayahnya sadar kembali. Apapun yang ayahnya akan katakan danperbuat pada dirinya akan diterima dengan senang hati.Ia hanya berharap padaTuhan agar diberi kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya yang lalu, yang mungkin akan disesali seumur hidupnya…….Sering kali kita mengeluh ketika menemani atau menjaga orang tua kita hanyadalam hitungan tahun, bulan, hari, jam, bahkan dalam hitungan menit.Tapipernahkah kita pikirkan bahwa orang tua kita menemani dan menjaga kitaseumur hidup kita dan seumur hidup mereka.

Sejak lahir hingga dewasa, bahkan hingga tiba saatnya ajal menjemput,mereka selalu menyertai kita. Ketika pada akhirnya mereka menghadap Sang Kuasa pun, seluruh kenangan yang mereka tinggalkan selalu menyertai selama hidup kita.Bayangkan betapa hancur hati kedua orang tua kita oleh [hanya]sepatahkatayang singkat, ‘tidak’, yang keluar dari mulut kita ketika mereka berusaha merengkuh kita dalam pelukan kasih sayang sejati, yang justru sering kitalihat sebagai sesuatu yang mengekang dan menahan kita untuk terbang bebas diangkasa.Entah kata apa lagi yang paling tepat untuk menggantikan kata ‘tangis’ bila tiada lagi air mata yang keluar dari kedua mata mereka,karena telah habis digunakan untuk menyirami hari-hari dalam kehidupan kita agar terus tumbuh dan menghasilkan bunga dan buah yang menyemarakan hari-hari kelam dalam roda kehidupan yang terus berputar. Kita dapat mulai berjanji pada diri masing-masing bahwa sejak saat ini tiada lagi keluhan yang keluar darimulut kita ketika menemani dan menjaga kedua orang tua kita. Tiada lagi keluhan yang keluar dari mulut kita ketikamerasa merakaterlalu memperlakukan kita seperti anak kecil.

Percayalah, di luar sana banyak orang yang tidak seberuntung kita yang mempunyai orang tua, yangmerindukan hal-hal yang kita keluhkan, tetapi tidak pernah mereka dapatkan. Sebenarnya, hanya sedetik waktu yang dibutuhkan untuk merenung dan menyalakan lentera yang akan membimbing kita ke tempat di mana kedamaian terpendam. Sekarang tinggal tergantung dari diri kita sendiri, maukah kitameluangkan waktu yang sangat singkat itu namun besar artinya untuk sepanjangperjalanan hidup kita.

Anda dapat melihat keseluruhan taushiyah di group ini pada:http://groups.yahoo.com/group/taushiyah-only/messages


Islam

12. Kunci kenikmatan adalah bersyukur

May 14th, 2009

12.    Kunci kenikmatan adalah bersyukur

Banyak hal yang dapat memberikan kenikmatan hidup, harta, pangkat, dan jabatan memberikan kenikmatan hidup. Makanan yang mengenanyangkan, minuman yang menyegarkan, rumah atau tempat tinggal yang menentramkan juga memberikan kenikmatan hidup.
Kenikmatan yang paling besar yang diberikan Allah kepada kita adalah nikmat iman dan nikmat islam. Keduannya akan mengantarkan kita pada kebahagiaan dunia dan akhirat. Orang islam yang beriman adalah ummat yang di senangi Allah.
Dalam al-Qur’an (QS.Yasin :57-58), Allah berfirman bahwa Tuhan yang Maha Pengasih mengirimkan salam, atau rasa damai, rahmat, perlindugan, keselamatan, dan penghormatan bagi orang beriman di dalam surga.
Dalam ayat ini, Allah menganugerahkan kepada orang beriman perlindungan dan kebahagiaan di surga yang dicita-citakan. Dialah yang menyelamatkan hamba-hamba-Nya yang beriman dari semua mara bahaya, dengan memberikan kepada mereka rasa damai, kasih sayang,  dan keselamatan di akhirat.
Allah memberikan perlindungan atas keterbatasan dan kekurangan, kesalahan yang kita sesali, bahaya yang mengancam, dan kesulitan yang ada pada manusia. Allah adalah tempat berlindung bagi makhluk-Nya dari segala kejahatan.
Di dalam hati orang-orang yang bersyukur, mendapatkan rasa damai dan perlindungan dari Allah, beriman dan bergantung kepada Allah, dalam semua urusan mereka, dan mengetahui bahwa dengan bersyukur mereka akan terhindar dari semua azab dan murka Allah.

Orang yang bersyukur memiliki sifat sabar.
Orang beriman akan bersyukur saat mendapatkan rahmat dari Allah dan akan bersabar ketika diberi cobaan oleh Allah. Itulah dua watak orang-orang yang beriman, orangnya sabar dan penuh syukur.
Kesabaran adalah watak Allah, oleh karena itu, orang yang sabar mencerminkan watak yang mulia ini. Orang yang sabar menolak hal-hal yang diinginkan oleh hawa nafsunya, khususnya yang tidak dapat diterima oleh akal dan oleh agama, dia gunakan dirinya sendiri terhadap hal-hal yang dapat diterima oleh akal dan agama, meskipun hal itu menyakiti egonya.
Kesabaran adalah derajat sangat tinggi bagi orang yang beriman, karena segala urusan didunia dan akhirat dituntaskan dengannya. Tidak ada keberhasilan dan tidak ada kesempurnaan yang dapat dicapai dengan mudah dan tanpa penderitaan. Penderitaan hakiki adalah penderitaan jasmani yang ingin cepat-cepat mendapatkan hal-hal yang diinginkan, tidak tau batas, dan selalu menginginkan lebih banyak dari yang dibutuhkan.
Rasulullah bersabda, “Surga itu diliputi hal-hal yang tidak disukai oleh jasad.” Allah menjanjijakan pahala yang tidak ada batasnya bagi orang-orang yang sabar dalam menghadapi godaan hawa nafsu mereka. bahkan ada pahala yang lebih besar lagi bagi orang yang bersabar menghadapi musibah, kemiskinan, kecelakanan, dan penyakit yang tak terhindarkan yang datang dari Allah.
Sesungguhnya musibah datang dari Allah, orang-orang yang bersabar dari musibahnya akan menerima pahala yang jauh melebihi penderitaannya. Jika mereka tidak bersabar, musibahnya akan berlipat. Pertama, musibah itu sendiri dan kemudian musibah yang lebih besar karena hilangnya pahala.

Agama islam menganjurkan ummatnya untuk bersabar
Arti islam adalah kepatuhan, mengendalikan nafsu, hasrat, dan keinginan sesuai dengan perintah Allah. Agar dapat bersikap patuh, orang harus bersabar.
Di dalam Islam, kesabaran menjadi tanda iman, sedangkan kehinaan dan rendah diri adalah dosa. Janganlah mencampurkan rendah diri yang disebabkan oleh  rasa takut dan malas dengan kesabaran dan ketabahan.
Menyerahkan kekayaan, kehormatan, dan harga diri kepada orang yang zalim akan menyebabkan orang itu menyerahkan agamanya dan imannya karena rasa takut, atau mengorbankan jiwanya demi kepentingan duniawi.
Orang beriman tidak takut kepada siapapun, dan dialah yang ditakuti oleh orang lain. Bagi orang beriman, merendahkan diri kepada siapapun selain Allah adalah perbuatan yang diharamkan.

Islam

11. Kunci keberuntungan adalah taqwa

May 14th, 2009

11.    Kunci keberuntungan adalah taqwa

Allah-lah yang Maha Dermawan, yang memberikan keberuntungan. Kedermawanannya yang besar adalah kehidupan dan rahmat -Nya yang setiap hari kita terima, kesehatan, ketentraman, kebahagiaan, dan lainnya.
Allah telah menjanjikan pahala yang besar bagi perbuatan yang baik. Dengan kemurahannya, dia memberi pahala untuk sebuah ibadah. Dia juga memberikan maaf dan meringankan hukuman bagi orang yang berdosa jika mau bertaubat.
Allah Maha Pemurah terhadap orang-orang yang mau berlindung kepada-Nya. Dia mengetahui kesulitan yang kita hadapi. Dengan kemurahan-Nya dia memberikan pertolongan, memenuhi kebutuhan kita, bahkan sebelum kita meminta.
Biasanya, yang pemurah dikalangan manusia adalah orang-orang yang bertakwa, karena dia telah menerima lebih banyak kemurahan Allah daripada orang lain; pemberian mereka adalah ajakan untuk bertakwa dan suka memperhatikan. Mereka adalah orang-orang yang merasa sedih jika tidak dapat memberi atau menolong orang lain.
Ketakwaan adalah kemurahan Allah yang tidak ternilai.Orang bertakwa mampu menjalani kehidupan ini dengan sebaik-baiknya, menghargai kasih sayang Allah dengan benar dan menjaganya, dengan mengetahui bahwa segala yang diberikan kepada kita bukanlah untuk kita saja melainkan juga untuk orang lain.

Manusia itu beruntung dibanding makhluk lain
Allah telah menciptakan manusia sebagai makluknya yang paling baik, dan telah memberikan kepadanya karunia yang membuatnya unik dan unggul diantara seluruh makhluk yang lain.
Karunia tertinggi yang diberikan Allah kepada manusia adalah akal, hati nurani, dan iman. Itu semua adalah sarana yang diajarkan-Nya kepada kita untuk membedakan dan memilih apa yang terbaik bagi diri kita sendiri.
Allah telah memberikan kita kebebasan hanya agar kita dapat memutuskan apakah kita akan tunduk kepada kehendak Allah, memerintah atas nama-Nya, menjadi makhluk terbaik, dan memiliki yang terbaik di antara makhluk, ataukah kita akan durhaka, menyebabkan kejatuhan diri kita sendiri.
Kasih sayang Allah terus-menerus diberikan kepada kita, seperti kebaikan yang telah diciptakannya. Kehendak kita tidak dapat membawa apapun yang menjadi hak oang lain kepada kita, atau mencegah apapun nasib yang sampai kepada kita. Kita juga tidak dapat memilih apa yang lebih kita sukai, karena seringkali apa yang kita pilih tergelincir dari tangan kita, sedangkan apa yang tidak pernah kita inginkan malah mengejar-ngejar kita. Dan sekalipun kita dapat  memiliki apa yang kita pilih, ia pasti akan datang kepada kita.

Bertakwalah atas keberuntunganmu
Rasulullah bersabda: “Bertaqwalah kepada Allah dimana saja kamu berada. Dan ikutilah perbuatan buruk dengan perbuatan baik, niscaya perbuatan baik itu menghapus perbuatan buruk, dan pergauilah manusia dengan akhlak yang baik. “ (Diriwayatkan oleh At Tirmidzi)
Pesan hadits diatas adalah: 1) Bertakwalah kepada Allah dengan menjalankan ketaatan dan menjauhi larangan. 2) Kebaikan itu bisa menghapus keburukan. 3) Hiduplah bermasyarakat dengan sesama manusia dengan akhlak yang baik.
Saudaraku yang mulia…
Bertakwalah atas keberuntungan yang kita dapat, dengan melihat dan menerima kebaikan yang telah Allah berikan dan titipkan kepada kita, kebahagiaan, kekayaan yang melimpah, juga ilmu dan iman. Berbagi karunialah dengan orang lain, dan jaga terus ketakwaanmu pada Allah.

Islam

10. Kunci kemenangan adalah bersabar

May 14th, 2009

10.    Kunci kemenangan adalah bersabar

“Kesabaran yang disertai keimanan kepada Allah akan membawa kemenangan.”
(Nasehat Nabi Idris AS)
Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya mereka yang sabar pada penderitaan dan memberi maaf kepada orang-orang yang salah adalah orang-orang yang paling utama.” (Al Hadits)
Suatu ketika ada seorang mencela Abu Bakar. Rasulullah melihat kejadian itu,  namun beliau diam. Karena orang itu makin mencela, Abu Bakar membantah sebagian ucapannya. Saat itu Nabi marah dan keluar. Melihat hal itu Abu Bakar menyusul beliau seraya berkata, “Wahai Rasulullah! Mengapa ketika ia mencelaku, engkau tetap duduk, sedangkan ketika aku membantah sebagian ucapannya, engkau berdiri dan marah?” Maka Rasulullah bersabda, Ketika kamu diam, ada malaikat bersamamu yang membantahnya, namun ketika kamu balik membantahnya, setan datang Abu Bakar.
Ada tiga hal yang semuanya benar : Tidak serorangpun hamba yang dizalimi, lalu memaafkan karena Allah, kecuali Allah akan memberikan kemuliaan melalui pertolongan-Nya. Tidaklah seseorang membuka pintu sedekah kepada orang lain dengan maksud menjalin hubungan kecuali Allah akan menambahnya lebih banyak. Dan tidaklah seseorang meminta-minta agar lebih banyak hartanya, kecuali Allah akan menimpanya kekurangan karenanya. (HR. Ahmad).
Jangan pernah berpikir untuk membalas keburukan orang lain. Kuatkan hati dan luaskan dada, jangan mendendam  dan membenci melainkan maafkanlah orang yang berbuat jelek kepada kita. Kebencian tidak bertepi  hingga dapat menenggelamkan perasaan kita, lalu kita merasa tidak ada lagi kebaikan.
Keimanan yang baik dapat mendorong seseorang untuk bisa memaafkan orang lain. Iman dapat menghadirkan cahaya terang di hati hingga dia bisa melihat persoalan dengan jernih tanpa kebencian dan perasan dendam kepada siapapun. Setiap Muslim senantiasa  merupakan saudara bagi Muslim lainnya.
Sahabatku, Orang yang paling dekat dengan Allah adalah orang yang memberi maaf. Tidak ada manusia yang terluka dan memaafkan orang yang menyebabkan dirinya terluka kecuali Allah akan memuliakan kehormatannya dan menghapus kealahan-kesalahannya.

Bersabarlah dan jangan marah
Rasulullah bersabda: “Janganlah marah!” ia mengulang beberapa kali. Nabi bersabda: “Janganlah marah!” (Diriwayatkan oleh Bukhari)
Cara menghilangkan amarah:
1)    Manusia harus ingat akan keburukan yang diakibatkan oleh amarah.
2)    Manusia harus ingat tentang keutamaan sifat sabar dan keutamaan meredam amarah.
3)    Mohonlah perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk
4)    Redamlah amarah dengan mandi atau berwudhu’.
5)    Rubahlah posisi ketika kita marah, atau berbaring.
6)    Ingatlah akan keagungan Allah atas dirimu.
7)    Ingatlah akan kesabaran Allah terhadap para hamba-Nya.

Islam

9. Kunci kekayaan hati adalah menghayati al-Qur’an,

May 14th, 2009

9.    Kunci kekayaan hati adalah menghayati al-Qur’an,

mendekatkan diri kepada Allah, dan meninggalkan dosa-dosa.
Kebahagiaan akan datang, keharmonisan akan tercipta, ketentraman akan tumbuh, dengan kekayaan hati. Hati yang bersih akan membentuk pikiran yang tenang, hati yang mulia akan membentuk pribadi yang mulia pula, indah dipandang, dan orang senang bergaul dengannya.
Hati, bagi jiwa, bagai Raja yang memberikan ketentraman bagi rakyatnya, bagai kapten yang mengomandani nakhoda kapal yang sedang berlayar. Rasulullah pernah bersabda tentang penggambaran tentang keagungan hati, “Apabila ia baik, maka baiklah seluruh tubuhnya, apabila ia buruk, maka buruklah seluruh tubuhnya.” (HR.Bukhari dan Muslim).
Kekayaan hati dapat dibentuk dengan tiga hal, yaitu dengan menghayati al-Qur’an, mendekatkan diri kepada Allah, dan meninggalkan dosa-dosa.

Menghayati al-Qur’an.
Sebaik-baik amalan adalah membaca al-Qur’an, dan sebaik-baik bacaan adalah al-Qur’an. Karena itu, cintailah al-Qur’an, dengan membiasakan diri untuk membacanya.
Al-Qur’an adalah perkataan Allah. Barang siapa membacanya, maka seolah-olah dia berbicara kepada Allah. Membaca al-Qur’an adalah salah satu bentuk mencintai Allah SWT.
Rasulullah menganjurkan semua ummatnya agar mempelajari Al-Qur’an, Rasulullah bersabda : “Pelajarilah Al-Qur’an, di akhirat nanti dia akan datang kepadamu, yang di kala itu orang sangat memerlukannya.”
Ia akan datang dalam bentuk yang indah dan bertanya, ” Kenalkah kamu kepadaku?” Maka orang yang pernah membaca akan menjawab : “Siapakah kamu?” Maka berkata Al-Qur’an : “Akulah yang kamu cintai dan kamu sanjung, dan juga telah bangun malam untukku dan kamu juga pernah membacaku di waktu siang hari.” Kemudian berkata orang yang pernah membaca Al-Qur’an itu : “Apakah kamu Al-Qur’an?” Lalu Al-Qur’an mengakui dan menuntun orang yang pernah membaca mengadap Allah, Lalu orang itu diberi kerajaan di tangan kanan dan kekal di tangan kirinya, kemudian dia meletakkan mahkota di atas kepalanya. Pada kedua ayah dan ibunya pula yang muslim diberi perhiasan yang tidak dapat ditukar dengan dunia walau berlipat ganda, sehingga keduanya bertanya : “Dari manakah kami memperolehi ini semua, pada hal amal kami tidak sampai ini?” Lalu dijawab : “Kamu diberi ini semua karena anak kamu telah mempelajari Al-Qur’an.” (HR.Abu Umamah r.a.)

Dengan membaca Al-Qur’an, menghayatinya, Allah senantiasa memimpin dan membimbing hamba-hamba-Nya yang beriman dengan penuh kasih sayang, Allah juga akan membuka mata hati kita untuk melihat kebenaran dan memberikan jalan keluar bagi setiap persoalan hidup kita.
Karena itu, berbahagialah orang yang mencintai Al-Qur’an, ia akan hidup dalam petunjuk dan naungan kasih Allah.
Sahabatku, begitu mulianya al-Qur’an, maka perolehlah kemuliaannya. Dengan mencintainya, hati akan senantiasa lekat dan selalu ingin membacanya di berbagai kesempatan, mereka itulah orang-orang beriman.
Allah berfirman, “…Orang-orang yang telah kami beri Al-kitab kepadanya, mereka membacanya dengan bacaan yang sebenarnya, mereka itu beriman kepadanya…” (QS. Al-Baqarah :121)

Luangkanlah waktu untuk mentatadaburi Al-Qur’an
Pengertian tadabbur adalah usaha memahami ayat-ayat Al-Qur’an yang sedang dibaca atau didengar, dengan disertai kekhusukkan hati dari anggota badan serta dibuktikan dengan mengamalkannya.
Hikmah Al-Qur’an sendiri tidak akan pernah habis digali, dan akan sangat bermanfaat bagi orang-orang yang mengimaninya.

Amalkanlah Al-Qur’an
Rasulullah bersabda, “Sebaik-baik kamu adalah orang-orang yang mempelajarinya dan mengajarkan (Al-Qur’an). (HR.Bukhari dan Muslim)
Bentuk mengamalkan Al-Qur’an adalah menjalankan perintah-perintah dan meninggalkan larangan-larangan yang ada didalam Al-Qur’an, dan seorang muslim hendaknya mengimplementasikan apa yang di perolehnya dari Al-Qur’an.
Sahabatku yang mulia..
Tahukah engkau, hanya dengan menjadikan Al-Qur’an sebagai penunjuk jalan, manusia akan selamat di dunia dan di akhirat. Di akherat kelak, Al-Qur’an akan memberikan syafaat bagi orang yang suka membacanya, mentadaburi, dan mengamalkannya, dia akan membantumu dihadapan pengadilan Allah. Rasullullah bersabda: “Bacalah Al-Qur’an karena sesungguhnya ia akan menjadi syafaat bagi para pembacanya di hari Kiamat”(HR Bukhari dan Muslim)

Mendekatkan diri kepada Allah
Rasulullaah pernah berkata pada Ananda Fatimah, sabdanya: “Nak, aku akan mengajarimu beberapa kalimat. ‘Jagalah Allah, niscaya Allah akan menjagamu. Jagalah Allah niscaya kamu mendapatkan Allah di hadapanmu. Jika kamu meminta, maka mintalah kepada Allah. Jika kamu mohon pertolongan, maka mohon pertolonganlah kepada Allah.
Ketahuilah, meskipun ummat manusia berkumpul untuk memberi manfaat kepadamu dengan sesuatu mereka tidk akan bisa memberi manfaat kepadamu dengan apapun kecuali apa yang telah ditetapkan oleh Allah untukmu. Dan jikalau seluruh ummat manusia bersat untuk memberi mudharat kepadamu, niscaya mereka tidak akan memberi mudhart kepadamu kecuali dengan sesuatu yang telah ditulis oleh Allah untukmu. penah, telah terangkat dan shuhuf telah kering.” (Diriwayatkan oleh At Tirmidzi)
Pesan hadits diatas adalah: 1) Barang siapa memelihara perintah-perintah Allah, maka Allah akan menjaganya, baik di dunia maupun di akhirat. 2) Barang siapa menunaikan perintah-perintah Allah, maka Allah akan mengeluarkannya dari kesulitan. 3) Barangsiapa hendak meminta, maka hendaklah ia meminta kepada Allah. 4) Sesungguhnya sesudah kesusahan itu ada jalan keluar, dan sesudah kesulitan itu ada kemudahan. 5) Manusia tidak akan tertimpa sesuatu kecuali yang telah ditetapkan oleh Allah atas dirinya.
Pelajaran yang bisa kita ambil dari hadits ini adalah: 1) Tidak ada satu bencanapun yang menimpa kecuali disebabkan oleh tangan-tangan manusia itu sendiri. 2) Amalan-amalan yang shalih itu bisa menolak bencana. 3) Hadapkan dirimu kepada Allah dalam setiap keperluan.

Meninggalkan dosa-dosa
Menjalankan perkara-perkara yang dilarang, mengakibatkan timbulnya dosa. Misalnya berbuat syirik, berkata bohong, bersikap munafik, dan yang lain. Selain itu, melakukan perkara-perkara yang tidak dicontohkan dan tidak dianjurkan Nabi, juga menimbulkan dosa.
Rasulullah bersabda: “Barang siapa yang berbuat hal yang baru dalam perkaraku ini (agama islam), padahal itu tidak termasuk didalamnya maka ditolak.” (Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim)
Rasulullah bersabda: “Barang siapa yang berbuat amal yang tidak terdapat atau ada perintahku maka itu tertolak.” (Diriwayatkan oleh Imam Muslim)
Hadits diatas merupakan peringatan mengenai bahaya bid’ah yang tercela secara syara’. Pelajaran yang bisa kita ambil dari hadits diatas adalah seruan untuk tidak mengerjakan bid’ah. Karena Islam merupakan agama yang sempurna.
Dalam kesempatan lain, Rasulullah bersabda: “Tinggalkan hal-hal yang meragukan kamu menuju pada hal-hal yang tidak meragukanmu”. (Diriwayatkan oleh At Tirmidzi)
Pelajaran yang bisa kita ambil dari hadits ini adalah: 1) Tinggalkan keraguan dan peganglah keyakinan. 2) Keyakinan tidak hilang disebabkan oleh keraguan. 3) Disunnahkan menghindarkan diri dari perselisihan para ulama. 4) Dorongan untuk bersikap wara’.
Selain itu, Rasulullah juga melarang ummatnya berbuat sesuatu yang berbahaya dan membahayakan. Rasulullah bersabda: “Tidak boleh berbuat sesuatu yang berbahaya dan membahayakan orang lain.”(Diriwayatkan oleh Ibnu Majah)
Pelajaran yang bisa kita ambil dari hadits ini adalah, Segala bentuk bahaya atau kemadharatan terhadap jiwa, harta, keluarga dan harga diri, harus dijauhi.

Islam

8. Kunci sukses adalah berdoa

May 1st, 2009

8. Kunci sukses adalah berdoa

Setiap orang harus punya harapan dan cita-cita, keinginan untuk hidup bahagia, kesuksesan dan kebaikan dunia, juga akhirat. Anda harus tanamkan dihati, “Saya harus sukses dalam hidup, dan sukses mencapai apa yang saya inginkan.”
Untuk mencapai kesuksesan, seseorang diwajibkan untuk berusaha dan bekerja keras. Selain itu, perlu berdoa kepada Allah.
Segala sesuatu yang terjadi pada manusia dan makhluk berkat kehendak Allah, Dialah yang mengatur dan mencukupi rezeki kita. jika Allah berkehendak kebaikan pada hamba-Nya, itu sangat mudah bagi-Nya.
Berdoa kepada Allah sangat dianjurkan dalam agama, dituntunkan oleh Rasulullah, dan para sahabat serta keluarga Rasulullah juga melakukannya. Tidaklah pantas seseorang yang berkeinginan, berupaya tanpa berdoa kepada Allah.
Dalam semua aspek kehidupan, baik yang sifatnya duniawi dan untuk kebaikan akhirat, maka berdoalah, minta agar Allah mengabulkannya.
Allah sangat senang kepada hamba yang mau berdoa kepada-Nya, memanjatkan doa dengan menengadahkan tangannya keatas.
Rasulullah selalu berdoa kepada Allah, untuk kebaikan dirinya dan kebaikan ummatnya, untuk urusan kecil apalagi untuk urusan yang besar. Kita harus mencontoh sunnah beliau ini.
Dibawah ini ada beberapa hadits Rasulullah yang menganjurkan ummatnya untuk berdoa:
Rasulullah bersabda, “Ucapkanlah (doa), ‘Ya Allah, berikanlah petunjuk dan kelurusan kepadaku. Jadikanlah petunjuk-Mu sebagai jalanku dan jadikanlah kelurusan hidupku selurus anak panah. (HR.Muslim)
Rasulullah bersabda: “Ya, Allah, hanya kepada-Mu aku berserah diri, kepada-Mu aku beriman, hanya kepada-Mu aku bertawakal, kepada-Mu aku kembali dan karenaMu aku berbantah. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung pada keagunga-Mu, tiada tuhan selain Engkau-dari penyesatan-Mu kepadaku. Engkaulah yang hidup dan tidak akan pernah mati, sedangkan jin dan manusia akan mati.” (HR.Bukhari dan Muslim)
Rasulullah bersabda: “Ya, Allah ampunilah kesalahan, kebodohan dan perbuatanku yang berlebihan dalam urusanku, serta ampunilah kesalahanku yang Engkau lebih mengetahui daripada aku. Ya Allah, ampunilah aku dalam kesungguhanku, kemalasanku dan ketidaksengajaanku serta kesengajaanku yang semua itu ada pada diriku. Ya Allah, ampunilah aku atas dosa yang telah berlalu, dosa yang mendatang, dosa yang aku samarkan, dosa yang aku perbuat dengan terang-terangan dan dosa yang Engkau lebih mengetahuinya dari pada aku, Engkaulah yang mengajukan dan Engkaulah yang mengakhirkan serta Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Rasulullah besabda: “ Ya Allah, ampunila aku, belas kasihanilah aku, selamatkalah aku dan berikan rejeki kepadaku.” (HR.Muslim)

Oleh : Fery Muhammad

Islam

7. Kunci mendapat ilmu adalah bertanya dan tekun mendengarkan jawabannya dengan baik

May 1st, 2009

7. Kunci ilmu adalah bertanya dan tekun mendengarkan jawabannya
dengan baik

Ilmu itu penting. Ilmu memberikan manfaat yang besar kepada kita. Ilmu dan pengetahuan memberikan cahaya dan kekuatan kepada kita. Ilmu memberi kita cinta, harapan dan kehangatan.
Ilmu pengetahuan sejalan dengan agama, keduaya saling mengisi. Agama islam menganjurkan ummatnya untuk mencari ilmu, menjadi manusia yang berilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan membantu manusia mempermudah kehidupannya, manusia menciptakan kebutuhannya dengan ilmu, dan membangun lingkungannya juga dengan ilmu.
Ilmu pengetahuan mengembangkan otak manusia menjadi pintar. Agama membentuk hati menjadi lembut dan tunduk patuh kepada Allah. Ilmu pengetahuan menjadikan dunia ini sumber kebahagiaan bagi manusia. Agama menjadikan kehidupan manusia menjadi bermakna.
Ilmu pengetahuan membentuk watak seseorang dan berfikir jauh ke depan. Agama memperindah perangai hati, mempercantik akhlak dengan sopan santun. Ilmu pengetahuan dan agama sama-sama memberikan kebaikan pada manusia.
Orang yang berilmu memudahkan seseorang mengerti akan agamanya. Orang yang beragama mendorong dirinya menghargai kehidupannya.
Ilmu pengetahuan itu indah, begitu pula agama. ilmu pengetahuan memperindah akal dan pikiran. Agama memperindah jiwa dan perasaan.
Ilmu pengetahuan membuat manusia merasa nyaman. Ilmu pengetahuan yang berkembang dan bermacam ragam telah banyak melindungi manusia dari penyakit, panasnya matahari dan dinginnya hujan, serta buasnya alam. Agama melindungi manusia terhadap keresahan, kesepian, rasa tidak aman dan pikiran picik.
Ilmu pengetahuan mengharmonisasikan dunia dengan manusia, agama menyelaraskan manusia dengan dirinya. Kebutuhan manusia akan Ilmu pengetaguan maupun agama tidak bisa dipisahkan dari hidup manusia.
George Sarton, seorang ilmuan dunia, penulis buku terkenal, “History of Science” (Sejarah ilmu pengetahuan), mengatakan: “Dalam kehidupannya, manusia membutuhkan 3 hal, yaitu agama, seni. dan ilmu pengetahuan. Seni mengungkapkan keindahan. Seni adalah kenikmatan hidup. Agama berarti kasih sayang. Agama adalah musik kehidupan. Ilmu pengetahuan berarti kebenaran dan akal. Ilmu pengetahuan adalah hati nurani ummat manusia. Kita membutuhkan ketiganya.

Sarana mencari ilmu
Ilmu bisa didapatkan dimana saja. Baik melalui sarana formal (di sekolah, perguruan tinggi, dan akademi) maupun sarana informal (di rumah, tempat bermain, dan di tengah-tengah masyarakat).
Ilmu akan kita dapat melalui sarana-sarana tertentu, salah satunya melalui buku, karena itu, orang yang berilmu gemar membaca buku. Buku bisa kita dapat dengan membeli di toko buku, jika tidak ada uang, kita dapat meminjamnya pada perpustakaan sekolah atau perpustakaan daerah, atau kita dapat meminjam pada teman.
Belajar mencari ilmu dapat dilakukan secara otodidak (sendiri), tapi akan lebih baik jika di tuntun oleh seorang guru atau ustad, dia akan membimbing kita, menjelaskan yang kita tidak mengerti, dan menjelaskan yang kita tidak tahu.
Belajar juga bisa kita dapat dari banyak bentuk kegiatan, misalnya melalui perkuliahan, diskusi, seminar, lokakarya, mendatangi acara pendidikan, bahkan dengan bermain dan bertamasya kesuatu tempat.
Sedang ilmu agama, kita bisa dapat dengan mengikuti pengajian di masjid-masjid. Ada banyak masjid yang memiliki program pengajian dimasjidnya, setiap minggu atau tiap bulan mereka mengundang ustad untuk menyampaikan materi agama yang menarik.

Bagaimana mendapatkan Ilmu?
Ilmu didapat dengan bertanya dan tekun mendengarkan jawaban dengan baik. Karena itu, seseorang harus berani bertanya. Tanyakanlah yang kita tidak mengerti, jangan takut atau malu. Kemudian dengarkanlah materi yang disampaikan oleh ustad atau seorang guru, dan jangan main-main saat belajar.
Setiap orang harus mampu bertanya dan mendengarkan dengan baik. Dengan ini, ada banyak ilmu pengetahuan yang akan kita dapat.
Dalam mencari ilmu, butuh alat yang bisa membantumu, kertas atau buku tulis, alat tulis atau pulpen, catatlah apa yang mnurut kita penting, karena otak kita tidak selalu ingat yang kita dengar, maka sebaiknya dituliskan. Ada nasehat Imam Ali yang sangat baik, katanya, “Ikatlah ilmu dengan tulisan”.

Oleh : Fery Muhammad

Islam

6. Kunci kebaikan adalah jujur

May 1st, 2009

6. Kunci kebaikan adalah jujur

Kebaikan akan lahir dari sikap yang baik. Kejujuran adalah sikap yang baik. Kejujuran adalah salah satu kunci penting menuju kebaikan, didunia dan di akhirat nanti.
Kejujuran adalah sifat Rasulullah, dan hal yang selalu di ajarkan oleh-nya. Rasulullah bersabda: “Setiap orang harus jujur, tidak berdusta, mengatakan yang benar walaupun terhadap diri sendiri, tanpa merasa takut akan celaan orang yang mencela demi mendapatkan ridha Allah.” (al-Hadits)
Kejujuran harus dimiliki oleh orang yang baik. Sebagaimana semua Nabi didunia menganjurkan untuk bersikap jujur pada ummatnya. Sikap inilah yang selalu di pesankan setiap orang tua kepada anaknya, setiap guru kepada muritnya, seorang pemuda pada sahabatnya.
Rasulullah adalah orang yang paling jujur di dunia, ia bergelar ‘al-amin’, orang yang paling terpercaya. Rasulullah selalu mengingatkan agar setiap manusia bersikap jujur dan benar dalam bertutur kata.
Beliau bersabda: “Hendaklah kamu berkata benar, karena berkata benar membawa kepada kebaikan, dan kebaikan membawa ke surga. Dan jauhilah berkata dusta karena dusta membawa kepada kejahatan dan kejahatan membawa neraka.” (HR. Bukhari Muslim).
Demikianlah bila seseorang membiasakan diri untuk berkata benar, dan selalu cenderung berkata benar, orang tersebut akan dicatat sebagai orang yang jujur di sisi Allah.
Rasulullah sering memberi pesan kepada para sahabat, “Berkatalah yang jujur dan jangan berdusta”. Jujur membawamu pada kebaikan sedang kedustaan itu dapat menyeret kepada perbuatan dosa.
Jujur adalah sifat mulia, sedang dusta merupakan sifat paling buruk dan rendah. Jujur akan membawamu pada kemuliaan sedang dusta merupakan pintu masuk berbagai perangkap setan.
Bersikap jujur dan berhati-hati terhadap segala macam kedustaan, akan memberikan ketenangan jiwa pada seseorang. Juga akan melindungi seseorang dari godaan setan sehingga ia tetap jernih, bersih, dan mulia.
Kejujuran mengangkat derajat seseorang, sedang dusta dapat menghancurkan jiwa dan menghinakan kepribadian seseorang. Seorang yang jujur menjadi teladan, sedang seorang pendusta membawa kepada kedurhakaan.
Sahabatku yang dimuliakan Allah..
Jujurlah dalam perkataan dan perbuatan, karena orang yang jujur akan mendapatkan pahala yang besar dan derajat kemuliaan yang tinggi. Rasulullah bersabda: “Orang yang jujur (berada) beserta para Nabi, para shidiqin (orang-orang yang benar), para syuhada ‘ dan orang-orang saleh.” (HR. Tirmidzi)

Oleh : Fery Muhammad

Islam

5. Kunci mendapatkan rizki adalah berusaha disertai dengan memohon ampunan dan ketakwaa

May 1st, 2009

5. Kunci rizki adalah berusaha disertai dengan memohon ampunan dan ketakwaan

Seorang laki-laki dewasa, wajib mencari rizki untuk menafkahi keluarganya, bekerja mendapatkan penghasilan setiap hari, untuk mencukupi kebutuhan istri dan anak-anaknya.
Mencari rizki adalah kewajiban sekaligus ladang kebaikan. Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya apabila seorang muslim memberikan nafkah untuk keluarganya karena Allah, maka nafkah tersebut bernilai sedekah baginya.” (HR.Bukhari dan Muslim).

Keutamaan menafkahi keluarga.
Rasulullah bersabda: “Uang yang paling utama yang diinfakkan oleh seseorang adalah uang yang diinfakkan untuk keluarganya, dan uang yang diinfakkan untuk hewan (kendaraannya) demi membela agama Allah, serta uang yang diinfakkan untuk para sahabatnya demi membela agama Allah.
Kata abu qilabah: ‘Dia mendahulukan infak untuk keluarga yang menjadi tanggungannya.’ Lalu Abu Aqilah mengatakan: Tidak ada orang yang pahalanya lebih besar daripada orang yang berinfak untuk keluarganya yang kecil-kecil sehingga dia membebaskan mereka dari kemiskinan, atau Allah memberikan manfaat kepada mereka sebab orang tersebut dan menjadikan mereka kaya. (Diriwayatkan oleh Muslim)

Perintah makan dari rezeki yang halal dan baik.
Rasulullah bersabda: “…Sesungguhnya Allah itu dzat yang suci dan hanya menerima dari yang suci pula, dan sesungguhnya Allah memerintahkan pada orang-orang mukmin dengan apa-apa yang Allah perintahkan pada para Rasul-Nya, maka Allah berfirman: “Wahai para Rasul, makanlah dari rizki yang baik-baik (halal), dan beramalah dengan amal shalih (baik fardhu maupun sunnat), dan Allah juga berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, makanlah dari rizki yang aku berikan yang baik-baik (halal)…” (Diriwayatkan oleh Muslim)
Pesan hadits diatas adalah: 1) Allah tidak menerima kecuali yang bersih. 2) Allah memerintah orang-orang beriman dengan apa yang diperintahkan-Nya kepada para Rasul.
Pelajaran yang bisa kita ambil dari hadits diatas adalah: 1) Sesuatu yang halal adalah yang dinilai baik oleh syariat islam. 2) Seorang hamba diberi pahala apabila memakan makanan halal dengan maksud memperoleh kekuatan dalam melaksanaan ketaatan.

Mintalah rezeki dari Allah
Allah adalah Yang Maha Pemberi, tanpa syarat apapun, tanpa batas waktu, tanpa mengharapkan keuntungan atau imbalan. Allah yang memberikan segalanya kepada setiap orang, dimana saja, kapan saja.
Dia memberi rizki bagi orang yang mau dan rajin berusaha, memberi kesehatan kepada orang yang menjaga dirinya, memberi anak kepada para orang tua.
Dialah Pencipta semua yang dibutuhkan manusia, kebutuhan lahir dan batin, dan pemuasan kebutuhan itu. Jika Allah memberi kepada seseorang, maka tak seorang pun yang dapat menghalang-halangi datangnya kebaikan itu kepada dirinya. Dan jika Dia memberi kepada orang lain, maka tak ada satu pun kekuatan di dunia ini yang dapat mengalihkan kebaikan itu kepadanya.
Allah-lah Maha Pemberi Rezeki. Rezeki diperlukan agar makhluk dapat bertahan hidup. Rezeki berbentuk dua macam, ada rejeki yang bersifat lahir, dan bersifat batin. Rezeki yang bersifat lahir berupa makanan dan minuman, rejeki ini memberikan energi kepada tubuh dan melindunginya agar tetap hidup dalam jangka waktu tertentu. Sedangkan rezeki yang bersifat batin memberikan kita ketenangan hidup.
Ketakwaan kepada Allah juga merupakan pintu rejeki, karena, siapa saja yang bertakwa kepada Allah, maka Allah akan memudahkan urusannya.
Orang yang bertakwa mengetahui bahwa rejeki itu berasal dari Allah, bukan dari yang lain, karena itu, dia akan menggunakan rizki Allah untuk sesuatu yang baik.

Oleh : Fery Muhammad

Islam

4. Kunci bahagia diakhirat adalah zuhud terhadap dunia

May 1st, 2009

4. Kunci bahagia diakhirat adalah zuhud terhadap dunia

Seorang yang bahagia di dunia belum tentu bahagia di akhirat, seseorang yang berharta melimpah didunia belum tentu berbahagia di akhiratnya, karena harta benda tidak akan dibawa sampai mati.
Kehidupan di dunia akan berbeda dengan kehidupan di akhirat. Kehidupan di dunia adalah bekal menuju kehidupan di akhirat. Dunia adalah tempat menanam sedang di akhirat masa menuai. Barang siapa yang berbuat baik ketika hidup di dunia, akan merasakan kebahagiaan di kehidupan akhirat.
Kehidupan dunia itu fana, sedang kehidupan di akhirat kekal abadi, karena itu, orang bijak berpendapat, “Masa di dunia adalah tempat menahan diri dan bersabar dari
hal-hal yang menjauhkan diri pada kebahagiaan di akhirat.”
Terkadang, sumber kebahagiaan didunia, yaitu harta, pangkat, dan jabatan bisa menghambat seseorang untuk mendapatkan kebaikan akhirat, karena itu “Banyak orang baik tidak terlalu berlebihan mengejar dunia.”

Apa yang memberikan kebaikan di dunia dan akhirat?
Seorang sahabat bertanya, “Tunjukkanlah kepadaku amal perbuatan yang jika aku melakukannya, Allah mencintaiku dan demikian juga manusia.” Nabi saw bersabda: “Berbuat zuhudlah kamu di dunia niscaya Allah mencintaimu dan terimalah apa yang ada pada manusia niscaya manusia mencintaimu.” (Diriwayatkan oleh Ibnu Majah)
Pesan hadits diatas adalah: pertama, Barang siapa yang zuhud terhadap dunia, maka ia akan mendapatkan kecintaan Allah. Allah akan memberikan kepadanya kebaikan di akhirat, dimasukannya ia kedalam syurga yang suasananya menyenangkan, dan Allah ridho padanya.
Kedua, barang siapa yang zuhud terhadap apa yang ada di tangan manusia, maka ia akan dicintai oleh manusia. Orang yang baik akana mencintai orang yang baik. Orang bijak akan menghormati orang yang tidak berlebihan. Orang kebanyakan akan merasa tenang berada di sebelah orang yang tidak membahayakan.
Pelajaran yang bisa kita ambil dari hadits di atas adalah: 1) Barangsiapa yang mencintai dunia, maka ia akan dibenci oleh manusia dan juga dibenci oleh Allah. 2) Cinta dunia merupakan kunci setiap keburukan. 3) Mencari sesuatu dari keperluan dunia untuk memenuhi kebutuhan hidup adalah wajib. 4) Sedangkan yang namanya zuhud adalah meninggalkan suatu yang melebihi keperluan tersebut.

Oleh : Fery Muhammad

Islam