“Pentingnya Iman Dalam Hidup Kita”
Oleh: Fery Muhammad
Ada tiga hal yang ingin sampaikan dari tema ini, yaitu tentang:
Apa konsekwensi seseorang yang mengatakan bahwa dia telah beriman?
Tanda-tanda orang beriman, dan
Balasan dari Allah kepada orang-orang beriman
Apa konsekwensi seseorang yang mengatakan bahwa dia telah beriman?
Iman adalah perkataan yang mengandung konsekwensi dan tanggung jawab, yang bila tidak di-indahkan akan menjadikan diri seorang mukmin tidak dianggap keimanannya, hingga amalnya-pun tidak diterima Allah swt.
Berikut ini konsekwensi yang harus dilakukan ketika seseorang merasa dirinya beriman, yaitu:
1. Membenarkan apa yang menjadi wahyu Allah dan sabda Rasulullah
Tuntutan iman yang pertama kali dan menjadi makna utamanya adalah sikap membenarkan terhadap semua yang datang dari Allah swt dan Rasululullah. Keyakinan seorang muslim bahwa Allah adalah Dzat yang maha menciptakan dan maha bijaksana akan membuat dirinya tidak mungkin menolak atau mengingkari egala yang datang dari-Nya. Keraguan hanya muncul dari mereka yang tidak yakin dan tidak beriman. Pendustaan hanya lahir dari mereka yang kurang mengerti dan tidak mempercayai keesaan dan kemahakuasaan Allah swt.
Seorang muslim juga meyakini dan membenarkan bahwa segala sesuatu yang bertentangan dengan firman Allah swt dan sabda Rasulullah adalah kebatilan
2. Taat pada Allah dan Rasul-Nya
Kepatuhan merupakan salah satu refleksi dari keimanan. Orang yang beriman meyakini bahwa hanya dengan ketaatan kepada Allah, dirinya menjadi makhluk yang terhormat. Sebaliknya, dengan bermaksiat kepada-Nya, justru membuat dirinya menjadi terhina. Kaidah perilaku menyebutkan, “hamba yang mulia adalah mulia, sedangkan hamba yang hina adalah hina.
Orang beriman meyakini bahwa hanya Allah-lah yang patut ditaati, karena Dia-lah pemilik otoritas dalam memberi pahala dan siksa. Selain itu, ketaatan kepada Rasulullah juga merupakan tuntutan, karena beliaulah yang memberi bimbingan kepada kita untuk taat kepada Allah.
3. Menunaikan yang yang wajib dan menjauhi yang haram
Keimanan menuntut seorang mukmin menunaikan semua perintah dan menjauhi semua larangan Allah. Sesungguhnya, tuntutan ini lahir dari ke-mahakasih-an Allah kepada hamba-hamba-Nya yang beriman.
Ketaatan kepada Allah dan menjauhi larangan Allah adalah untuk kepentingan dan kemaslahatan kita sendiri. Selain itu, juga agar terhindar dari bencana yang ditimbulkan olehnya. Kebaikan dan bencana itu bukan saja berupa pahala dan siksa di akhirat, namun juga keberuntungan dan kerugian didunia.
4. Saling menolong dalam kebaikan dan taqwa
Keimaanan kepada Allah menuntut adanya kerjasama antar sesama muslim untuk melakukan hal-hal yang baik menurut agama. sebaliknya, kita tidak boleh melakukan kerjasama dalam hal-hal yang dilarang Allah swt.
Allah berfirman, “…. Tolong menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebaikan dan taqwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dsoa dan permusuhan. Bertaqwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya… “ (al-Maidah:2)
5. Perhatian kepada orang-orang beriman
Perhatian itu dapat dalam wujud menolong, membantu, mencintai, dan melindungi. Salah satu tuntutan iman adalah hendaknya seorang mukmin memberikan perhatiannya kepada orang-orang beriman, tentu setelah kepada Allah swt dan Rasulullah. Sebaliknya, haram hukumnya orang beriman memberikan perhatiannya kepada orang-orang kafir.
Allah berfirman, “….Sesungguhnya wali kamu adalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yaitu orang-orang yang menegakkan shalat, menyerahkan zakat, dan mereka yang rukuk. Barang siapa mengangkat wali Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang beriman, maka sesungguhnya golongan Allah pasti menang…” (al-Maidah:55-56)
2. Tanda-tanda orang beriman,
1. Cinta kepada Allah swt
Allah berfirman, “..dan orang-orang yang beriman, mereka sangat amat cintanya kepada Allah……” (al-Baqarah:165)
Orang beriman, sangat mencintai Allah swt dengan cinta yang sedemikian kuat, sehingga menjadikan selain Allah tidak mendapatkan perhatian berlebih.
Cinta pada Allah melahirkan kedamaian dan ketentraman. Selain itu, cinta melahirkan kerelaan dan kepasrahan untuk menanggung risiko, bahkan cinta melahirkan kesiapan untuk berkorban.
Dengan cinta, semua cobaan terasa ringan, dengan cinta semua beban terasa remeh. Namun, karena cinta pula kecemasan dan rasa takut dtingalkan pun mengharu biru perasaan. Oleh karenanya, orang yang mencintai Allah selalu berusaha untuk dekat kepada-Nya dengan memperbanyak ibadah.
2. Selalu mengingat Allah swt
Orang beriman selalu mengingat Allah, baik disiang maupun malam hari, dalam keadaan senang maupun sedih. Begitulah orang yang mencintai dan selalu mengingat apa yang disenanginya. Karena itu, orang yang beriman akan selalu ingat pada Allah dalam setiap waktu dan dimanapun tempatnya.
Dengan selalu mengingat Allah, hati seseorang akan merasa tentram, tidak akan bersedih hati, kepada-Nyalah dia bertawakal, berharap dan takut. Ingat kepada Allah bagi orang beriman, dapat mendorongnya untuk terus beriman, bersukacita, dan menjalani hidup ini dengan benar.
3. Senang beribadah
Orang beriman taat beribadah. Ibadahlah yang mendekatkannya kepada Allah. Dia tidak akan jemu-jemu beribadah kepada Allah, bahkan dengan terus beribadah, dia merasakan kesenangan yang berlebih, hatinya senang dan tentram.
Orang beriman akan selalu berusaha untuk beribadah dengan sebaik mungkin, baik itu terhadap ibadah-ibadah wajib, ataupun dengan ibadah yang sunnah.
4. Ber-orientasi hanya kepada Allah swt
Orang beriman senantiasa berusaha melakukan aktivitas hidupnya untuk mencari ridho Allah swt. Dengan segenap kekuatan yang dimilikinya. Jalan apapun akan ditempuh dengan penuh semangat dan tanpa henti.
Tujuan hidup orang beriman adalah Allah, segala sesuatu yang dilakukannya karena Allah, ia akan ridho dengan apa yang diperintahkan Allah kepada hamba-hamba-Nya.
5. Memperhatikan waktu dan kwalitas hidupnya
Orang beriman amat memperhatikan waktunya, dia akan menghabiskan waktunya dengan hal-hal yang positif, untuk beribadah, dan hal-hal yang bisa mendekatkan dirinya kepada keridho-an Allah.
Waktu hidup hendaknya dikelola dengan benar dan maksimal, untuk mengerjakan sesuatu yang mendatangkan manfaat dan kebaikan.
Orang beriman juga memperhatikan kwalitas hidupnya, karena hidup didunia itu singkat maka hidup harus diisi dengan yang dituntunkan oleh Allah dan Rasul-Nya.
3. Balasan dari Allah kepada orang-orang beriman
Sidang hadirin rohimakumullah, Allah akan membalas sesuatu yang dikerjakan oleh hamba-hambanya, bagi orang-orang yang beriman, Allah akan memberikan kebahagiaan kepada mereka dengan memberikan balasan yang baik kepada mereka, seperti:
1. Memberikan hidayah kepada mereka
2. Memuliakan dirinya didunia dan di akhirat
3. Diberi keberkahan dalam hidup
4. Meninggikan derajatnya dan memberikannya kehidupan yang baik
5. Melindunginya dari hal-hal yang buruk
Keimanan