Mencintai ilmu pengetahuan dan agama
Mencintai ilmu pengetahuan adalah penting. Memegang teguh perintah agama jauh lebih penting. keduanya memberikan manfaat yang besar kepada kita. Ilmu pengetahuan memberikan kepada kita cahaya dan kekuatan. Agama memberi kita cinta, harapan dan kehangatan.
Ilmu pengetahuan dan agama saling selaras, keduaya saling mengisi. Agama islam menganjurkan ummatnya untuk mencari ilmu, menjadi manusia yang berilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan membantu manusia mempermudah kehidupannya, manusia menciptakan peralatan dengan ilmu, membangun lingkungannya dengan ilmu. Agama mengarahkan kepada jalan yang benar.
Ilmu pengetahuan mengembangkan otak manusia menjadi pintar. Agama membentuk hati menjedi lembut dan tunduk patuh kepada Allah. Ilmu pengetahuan menjadikan dunia ini menjadi dunia manusia. Agama menjadikan kehidupan menjadi kehidupan manusia.
Ilmu pengetahuan membentuk watak seseorang dan berfikir jauh kedepan. Agama memperindah perangai hati dan bertindak semata-mata mencari keridhoan Allah. Ilmu pengetahuan dan agama sama-sama memberikan kekuatan pada manusia.
Orang yang berilmu memudahkan seseorang mengerti akan agamanya. Orang yang beragama mendorong dirinya menghargai kehidupannya. Ilmu pengetahuan itu indah, begitu pula agama. ilmu pengetahuan memperindah akal dan pikiran. Agama memperindah jiwa dan perasaan.
Ilmu pengetahuan dan agama sama-sama membuat manusia merasa nyaman. Ilmu pengetahuan yang berkembang dan bermacam ragam telah banyak melindungi manusia dari penyakit, teriknya matahari dan dinginnya hujan, serta keganasan alam. Agama melindungi manusia terhadap keresahan, kesepian, rasa tidak aman dan pikiran picik.
Ilmu pengetahuan mengharmoniskan dunia dengan manusia, agama menyelaraskan manusia dengan dirinya. Kebutuhan manusia akan Ilmu pengetaguan maupun agama tidak bisa dipisahkan dari hidup manusia.
George Sarton, ilmuan dunia yang termansyur, penulis buku yang terkenal, “History of science” (Sejarah ilmu pengetahuan), mengatakan: “Dalam kehidupannya, manusia membutuhkan 3 hal, yaitu agama, seni. dan ilmu pengetahuan. Seni mengungkapkan keindahan. Seni adalah kenikmatan hidup. Agama berarti kasih sayang. Agama adalah musik kehidupan. Ilmu pengetahuan berarti kebenaran dan akal. Ilmu pengetahuan adalah hati nurani ummat manusia. Kita membutuhkan ketiganya.”
6. Cintai Alam dan yang Ada Didalamnya
“… Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap,dan dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezeki untukmu …” (QS.Al-Baqarah:22)
Ketika kita memiliki sesuatu, apa yang kita perbuat? Tentunya, kita akan menjaganya dengan sebaik mungkin agar tidak rusak. Kenapa? Agar dapat dipakai kembali, dan tetap memberikan manfaat.
Dalam kelangsungan hidup kita, alam berperan sangat penting. kita hidup di atas tanahnya. Menghilangkan dahaga dengan airnya. Membangun rumah dari pepohonan yang hidup diatasnya. Mengambil logam dari dalam tanahnya. Menghirup udaranya, dan yang lain.
Di alam ini, Allah menciptakan makhluk lain untuk kepentingam kita. Allah menciptakan tumbuhan, hewan. Menghadirkan malam dan siang, menurunkan hujan dan memberhentikannya. Allah menciptakan bulan, bintang, dan matahari.
Selain itu, Allah menciptakan gunung-gunung, sungai-sungai, padang pasir dan ilalang. Allah membentuk hutan dengan pepohonan yang sangat lebat untuk pertahanan. Lautan yang sangat luas untuk tempat bersemayamnya ikan-ikan dan makhluk yang tinggal di perairan.
Kita dapat menggunakan apa yang telah diciptakan Allah untuk kita, kita makan sayur-sayuran setiap hari, mangambil ikan untuk dikonsumsi, menebang pohon untuk diambil kayunya. Kita dapat melakukan itu semua, namun jangan berlebihan.
Cintailah alam beserta apa yang ada didalamnya, jaga dan rawatlah dengan kasih sayang, jangan sampai merusak ekosistem yang sudah terbentuk dengan baik, jangan merusak sistem alam yang sudah ada. Ini adalah tanggungjawab kita (manusia) sebagai khalifah dimuka bumi ini.
sumber dari buku Mencari Makna Hidup ‘Islam Sebagai Jalan Hidup’
penulis : fery muhammad
penerbit : ananda publisher
