Mencintai Orang Tua

May 20th, 2009

Allah berfirman : “….. Hendaklah kalian berbuat baik kepada orang tua dengan sebaik-baiknya; jika salah seorang diantara keduanya atau keduanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya dan ucapkan kepada keduanya perkataan yang mulia. Dan rendahkan dirimu terhadap keduannya dengan penuh sayang, dan ucapkan, “wahai Tuhanku, kasihilah keduanya, sebagaimana keduannya telah mendidikku diwaktu kecil.” (QS.al-Isra’:23)
Rasulullah bersabda: “ Keridhoan Allah terletak pada keridhoan ibu bapak dan kemurkaan Allah terletak pada kemurkaan ibu bapak” (HR.Tirmidzi)
Orang tua menduduki posisi paling terhormat dalam Islam. Islam mengangkat kedudukan orang tua pada kedudukan yang belum pernah di kenal manusia di luar agama ini. Islam meletakkan berbuat baik kepada orang tua di peringkat kedua setelah peringkat beriman kepada Allah SWT dan Rasulullah.
Allah berfirman : “Sembahlah Allah dan janganlah kalian menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun dan berbuat baiklah kepada orang tua.” (QS.An-Nisa’:36)
Seorang sahabat pernah menjelaskan : “ Aku bertanya kepada Rasulullah SAW, ‘perbuatan apa yang paling  dicintai Allah?’Rasul SAW bersabda, ‘shalat pada waktunya.’ Aku bertanya, ‘perbuatan apa lagi?’ Rasulullah SAW bersabda, ‘ berbakti kepada orang tua.’ Aku bertanya, ‘perbuatan apa lagi?’ Rasul SAW bersabda, ‘berjihad di jalan Allah’.” (Muttafaq Alaih).
Jangan pernah kita mendurhakai orang tua. Hal ini amat dikutuk oleh Allah SWT. Rasulullah bersabda : “Maukah kalian aku beri tahu dosa besar yang paling besar? “beliau bersabda seperti itu hingga tiga kali. Kami berkata, “Ya, mau wahai Rasullah.” Rasulullah SAW bersabda, “Syirik kepada Allah dan durhaka kepada orang tua.” (Muttafaq Alaih)
Dalam hadits lain di jelaskan: “Seorang lelaki datang menghadap Rasulullah seraya bertanya: “Ya Rasulullah, siapa gerangan orang yang harus aku pergauli dengan baik?” Rasul menjawab : “Ibumu.” Orang itu bertanya lagi:  “Siapa lagi? Rasul menjawab: “Bapakmu.” (HR. Bukhari)
Berbaktilah kepada kedua orang tuamu karena ini baik bagimu. Jika seorang anak berbakti kepada orang tua, kelak anak-anak mereka juga akan berbakti kepada mereka. Rasulullah bersabda: “Berbuat baiklah kamu kepada bapakmu, niscaya anak-anakmu akan berbuat baik padamu. (HR. Hakim)
Jika seorang anak berbuat baik kepada orang tua, maka ibunya akan bahagia, begitupun dengan anak itu, sebagaimana sabda Rasulullah : “Barang siapa yang berbuat baik kepada orang tuanya, berbahagialah baginya dan Allah akan menambah umurnya. (HR.Bukhari)

sumber dari buku Mencari Makna Hidup ‘Islam Sebagai Jalan Hidup’
penulis : fery muhammad
penerbit : ananda publisher

fie3 Islam sumber cinta

Mencintai Rasulullah

May 20th, 2009

muhammadurrasulullah-1Kecintaan terhadap Rasulullah yang paling baik adalah mematuhi Allah dan Beliau sendiri. Bukti cinta pada Allah dengan berdzikir, sedang bukti cinta terhadap Rasulullah dengan bershalawat.
Orang beriman akan selalu bersholawat untuk Rasulullah, karena ini bentuk rasa cintanya kepada beliau. Tidaklah pantas, orang yang mengatakan bahwa dia cinta Rasulullah namun  pelit untuk mengucap shalawat.
Pada suatu kesempatan, Rasulullah berkumpul dengan para sahabatnya, kemudian beliau bersabda, “Malaikat Jibril, Mikail, Israfil dan Izrail A.S. telah berkata kepadaku.” Keempat malaikat ini masing-masing mengungkapkan bantuan yang akan mereka berikan kepada orang yang sering mengucapkan shalawat.
Berkata Jibril A.S. : “Wahai Rasulullah, barang siapa yang membaca sholawat kepadamu setiap hari sebanyak sepuluh kali, maka akan saya bimbing tangannya dan akan saya bawa dia melintasi titian seperti kilat menyambar.”
Berkata pula Mikail A.S. : “Mereka yang bersholawat ke atasmu, akanku beri mereka itu minum dari telagamu.”
Berkata pula Israfil A.S. : “Mereka yang bersholawat kepadamu, aku akan sujud kepada Allah S.W.T dan aku tidak akan mengangkat kepalaku sehingga Allah S.W.T mengampuni orang itu.”
Malaikat Izrail A.S pula berkata : “Bagi mereka yang berselawat ke atasmu, akan aku cabut ruh mereka itu dengan selembut-lembutnya seperti aku mencabut ruh para nabi-nabi.”

sumber dari buku Mencari Makna Hidup ‘Islam Sebagai Jalan Hidup’
penulis : fery muhammad
penerbit : ananda publisher

fie3 Islam sumber cinta, Nabi dan Rosul

Mencintai Al-Qur’an

May 20th, 2009

675916785_9fef0f2827Siapa yang paling anda cintai didunia ini? Jawabnya adalah Allah. Didunia, kita tidak akan pernah berbicara dengan Allah, sedang Al-Qur’an adalah perkataan Allah. Barang siapa membacanya maka seolah-olah dia berbicara kepada Allah. Membaca al-Qur’an adalah salah satu bentuk mencintai Allah SWT.
Sebaik-baik bacaan adalah al-Qur’an, dan sebaik-baik amalan adalah membaca al-Qur’an. Karena itu, cintailah al-Qur’an dengan membiasakan diri untuk membaca al-Qur’an.
Abu Umamah r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah menganjurkan semua ummatnya agar mempelajari Al-Qur’an, sabdanya : “Pelajarilah Al-Qur’an, di akhirat nanti dia akan datang kepadamu, yang di kala itu orang sangat memerlukannya.”
Ia akan datang dalam bentuk yang indah dan bertanya, ” Kenalkah kamu kepadaku?” Maka orang yang pernah membaca akan menjawab : “Siapakah kamu?” Maka berkata Al-Qur’an : “Akulah yang kamu cintai dan kamu sanjung, dan juga telah bangun malam untukku dan kamu juga pernah membacaku di waktu siang hari.” Kemudian berkata orang yang pernah membaca Al-Qur’an itu : “Apakah kamu Al-Qur’an?” Lalu Al-Qur’an mengakui dan menuntun orang yang pernah membaca mengadap Allah, Lalu orang itu diberi kerajaan di tangan kanan dan kekal di tangan kirinya, kemudian dia meletakkan mahkota di atas kepalanya. Pada kedua ayah dan ibunya pula yang muslim diberi perhiasan yang tidak dapat ditukar dengan dunia walau berlipat ganda, sehingga keduanya bertanya : “Dari manakah kami memperolehi ini semua, pada hal amal kami tidak sampai ini?” Lalu dijawab : “Kamu diberi ini semua karena anak kamu telah mempelajari Al-Qur’an.”
Orang beriman mentaati Allah dan suka membaca Al-Qur’an. Pernahkah anda berfikir, secara tidak langsung Allah membimbing kita semua melalui Al-Qur’an. Dengan seringnya membaca Al-Qur’an, Allah akan memberikan hidayahnya kepada siapa saja.
Dengan membaca Al-Qur’an, Allah senantiasa memimpin dan membimbing hamba-hamba-Nya yang beriman dengan penuh kasih sayang, Allah juga akan membuka matahati kita untuk melihat kebenaran dan memberikan jalan keluar bagi setiap persoalan hidup kita.
Karena itu, berbahagialah orang yang mencintai Al-Qur’an, ia akan hidup dalam petunjuk dan naungan kasih Allah. Siapa yang membacanya, ia akan merasakan manisnya iman yang tiada tara.

Pentingnya al-Qur’an
Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya Allah mengangkat dengan Al-Qur’an ini suatu bangsa dan merendahkan bangsa yang lain”. (HR. Muslim)
Allah berfirman, “…Dan sekiranya ada satu bacaan (kitab suci) yang dengan bacaan itu gunung-gunung dapat diguncangkan atau bumi jadi terbelah atau oleh karenanya orang-orang yang sudah mati dapat bicara, (tentu Al-Qur’an itulah dia)…”. (QS.Ar-Rad’ : 31).

sumber dari buku Mencari Makna Hidup ‘Islam Sebagai Jalan Hidup’
penulis : fery muhammad
penerbit : ananda publisher

fie3 Al- Quran, Islam sumber cinta

Mencintai Allah

May 20th, 2009

allah

Rasulullah bersabda, “Maukah aku beritahukan kepadamu tentang sebak-baik amalmu dan sesuci-sucinya pada Allah, yang menaikkan derajatmu, yang lebih mulia daripada menafkahkan emas dan perak, yang lebih utama daripada menghadapi musuh, maka kamu memenggal lehernya atau mereka memenggal lehermu? Mereka bertanya, apakah itu, ya Rasulullah? “sabda beliau, “Dzikrullah (ingat) kepada Allah.” (HR.Tirmidzi, Ahmad, dan Hakim)
Cintailah Allah maka Allah akan mencintaimu. Ingatlah Allah maka Allah akan ingat padamu, Semakin banyak seseorang berdzikir mengingat Allah maka akan semakin baik.
Allah berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, berzdikirlah dengan menyebut nama Allah, zdikir yang sebanyak-banyaknya, dan bertasbihlah kepada-Nya diwaktu pagi dan petang (QS.Al-Ahab 33:41-42)
Dalam ayat yang lain Allah berfirman, dzikir kepada Allah, maka Allah akan ingat kepada kita, “Maka  berzdikirlah kamu untuk-Ku, maka Aku akan ingat kepadamu (QS.Al-Baqarah 2 : 152)
Mengingat dan mencintai Allah adalah pangkal segala kebajikan, karena dengan mengingat dan mencintai Allah, tentunya seseorang akan tergerak untuk beribadah secara lebih baik dan takut melakukan apa yang di larangnya.
Kecintaan kepada Allah membuahkan kebiasaan berzikir, sedang zikir menjadikan hati kita tentram, karena ketika seseorang berkonsentrasi untuk beribadah kepada Allah, segala kepenatan dunia akan hilang, semua beban berat di punggung berangsur pudar dan hilang. Mencintai Allah merupakan jalan keselamatan, barang siapa yang cinta kepada Allah, maka di haramkan darahnya dari api neraka.
Apa baiknya mencintai (mengingat) Allah?
Bukti rasa cinta pada Allah adalah dengan berzikir, Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah.
1.    Ingatlah, hanya dengan dzikir kepada Allah hati menjadi tentram (QS.Ar-Ra’d 13:28).
2.    Tiada orang yang mengerjakan sesuatu amal lebih selamat baginya dari siksa Allah dari pada (amalan) dzikir kepada Allah (HR.Akhmad)
3.    “Apa yang kamu sebutkan demi keagungan Allah dari tahlil (Laa ilaha illallah), dan takbir (Allahu akbar), dan tahmid (Alhamdulillah) maka semuannya itu akan menari-nari di sekeliling ‘Arsy dengan berdengung-dengung sebagai lebah menyebut nama pemiliknya. Tidakkah tiap-tiap kamu ingin mempunyai sesuai yang menjadi penyebutnya? (HR.Ahmad)
4.    “Aku berjumpa dengan Ibrahim pada malam aku di isiro’kan, maka berkatalah dia, “Hai Muhammad, sampaikan salamku kepada ummatmu dan katakan kepada mereka bahwa surga itu subur tanahnya, sedap airnya dan bahwa dia adalah dataran, tanamannya “Subhanallah”, “Alhamdulillah”, Laa ilaha illlallah”, dan Allahu Akbar” (HR.Tirmidzi dan Thabrani).
5.    “Jika kamu lewat pada kebun-kebun surga beristirahatlah disitu. Mereka bertanya, “Ya Rasulullah, apakah kebun surga itu?” beliaw menjawab, “Majelis dzikrullah, karena Allah mempunyai rombongan malaikat yang mencari majelis dzikrullah. Maka jika mereka jumpai berkerumunlah mereka padanya. “Tiada kaum yang duduk-duduk berdzikir melainkan mereka di kerumuni malaikat, diliputi dengan rahmat, ditirunkan ketenangan, dan disebutlah mereka oleh Allah dihadapan mereka yang berada di hadapan-Nya (HR.Muslim)

sumber dari buku Mencari Makna Hidup ‘Islam Sebagai Jalan Hidup’
penulis : fery muhammad
penerbit : ananda publisher

fie3 Islam sumber cinta

Cinta dan Kehidupan

May 20th, 2009

Bagi manusia, cinta adalah kekuatan hidup, kecintaan kita pada orang terdekat, seperti anak atau kepada orang tua memberi dorongan kepada kita untuk berhasil dalam hidup. Cinta juga sebagai penggerak, yang memacu kita untuk melaksanakan yang terbaik untuk orang yang kita cintai.
Hidup dengan cinta adalah hidup yang penuh gairah dan semangat. Segalanya jadi indah, segalanya jadi ringan. kehidupan sesulit apapun, ketika orang terdekat terus mencurahkan cintanya kepada, menjadikan kesulitan hidup tidak berarti, aktivitas seberat dan sesulit apapun, selalu diusahakan untuk tetap dijalani.
Cinta, sebaiknya dimengerti dan dijalankan dengan baik, dengan bentuk dan tataran yang sepantasnya.
Siapa yang patut kita cintai dalam hidup ini?
Cinta itu tidak sebatas antara hamba dan sang penciptanya, antara anak dan orang tua, antara istri dan suami, tapi cinta punya aspek yang luas, ada banyak hal yang harus kita cintai, dan ada priotitas yang harus kita terapkan, serta cinta mesti diungkapkan atau diberikan pada waktu yang tepat.
Pada dasarnya, kita harus mencintai dengan urutan yang tepat. Cintailah Allah SWT di atas segalanya, cintailah Rasulullah untuk mendapatkan syafaatnya, cintailah al-Qur’an agar kita dituntun olehnya, dan cintai orang tua anda. selain itu anda harus mencintai ilmu pengetahuan dan alam semesta beserta isinya.

sumber dari buku Mencari Makna Hidup ‘Islam Sebagai Jalan Hidup’
penulis : fery muhammad
penerbit : ananda publisher

fie3 Islam sumber cinta

Al-Qur’an itu pelita hidup

May 20th, 2009

Sejauh ini, agama telah memberikan pedoman hidup yang paling baik bagi diri kita dan orang muslim yang lain, yaitu al-Qur’an, yang diturunkan langsung oleh Allah SWT, al-Qur’an adalah sebuah petunjuk dan arahan hidup paling mulia. Al-Qur’an memberikan banyak hal kepada kita, berupa solusi hidup pada tataran yang hakiki.
Berikut ini adalah fungsi Al-Qur’an:

grfino009rf
1.    Al-Qur’an sebagai Pemimpin (Imam) : “(Ingatlah) suatu hari (yang dihari itu) kami panggil tiap ummat dengan pemimpinnya; dan barang siapa yang di berikan kitab amalannya ditangan kanannya, maka mereka ini akan membaca kitabnya itu, dan mereka tidak dianiaya sedikitpun. Dan barang siapa buta (hatinya) didunia ini, niscaya diakhirat (nanti) ia akan lebih buta (pula) dan lebih tersesat dari jalan (yang benar) (QS. Al-Isra : 71-72)
2.    Al-Qur’an sebagai Cahaya (Nur) : “Dan demikian kami wahyukan kepadamu wahyu (Al-Qur’an) dengan perintah kami. Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah al-kitab (Al-Qur’an) dan tidak pula mengetahui apakah iman itu, tetapi kami menjadikan Al-Qur’an itu cahaya, yang kami tunjuki dengan dia siapa yang kami hendaki diantara hamba-hamba kami. Dan sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus.” (QS. Asy-Syura : 52)
3.    Al-Qur’an sebagai Petunjuk (Al-Huda) : “Sesungguhnya Al-Qur’an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi kabar gmbira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan amal shaleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar.” (QS. Al-Isra : 9). “(Beberapa hari yang di tentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang didalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil). Karena itu, barang siapa diantara kamu hadir (dinegeri tempat tinggalnya) dibulan itu, maka hendaklah dia berpuasa dibulan itu, barang siapa sakit atau dalam perkalanan (lalu dia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan allah atas petunjuk-nya yang di berikan kepadamu, supaya kamu bersyukur. (QS. Al-Baqarah : 185)
4.    Al-Qur’an sebagai Kasih sayang Allah (Rahmah) : “(Dan ingatlah) akan hari (ketika) kami bangkitkan pada tiap-tiap umat seorang saksi atas mereka dari mereka sendiri, dan kami datangkan kamu (Muhammad) menjadi saksi atas seluruh ummat manusia. Dan kami turunkan kepadamu Al-Kitab (Al-Qur’an) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri.” (QS. An-Nahl:89)
5.    Al-Qur’an sebagai Pengingat (Adz-Dzikr) : “Dan sesungguhnya telah kami mudahkan Al-Qur’an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran.” (QS. Al-Qomar : 17)
6.    Al-Qur’an sebagai Penerangan (Hidayat) : “(Al-Qur’an) ini adalah penerangan bagi seluruh manusia, dan petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertaqwa.” (QS. Ali-Imran :138)
7.    Al-Qur’an sebagai Argumentasi (Hujjah) atau Bukti (Burhan) : “Apalah (orang-orang kafir itu sama dengan) orang-orang yang ada mempunyai bukti yang nyata (Al-Qur’an) dari Tuhan-nya, dan diikuti pula oleh seorang saksi (Muhammad) dari Allah dan  sebelum Al-Qur’an itu telah ada kitab musa yang menjadi pedoman bagi rahmat? Mereka itu beriman kepada Al-Qur’an. Dan barang siapa diantara mereka (orang-orang Quraisy) dan sekutu-sekutunya yang kafir kepada Al-Qur’an, maka nerakalah tempat yang diancam baginya, maka itu janganlah kamu ragu-ragu terhadap Al-Qur’an itu. Sesungguhnya (Al-Qur’an) itu benar-benar dari tuhan-mu, tetapi kebanyakan manusia tidak beriman. (QS.Hud:17)
8.    Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Kitabullah ini maka baginya satu pahala dan kebaikan sepuluh kali lipatnya. Aku tidak mengatakan ‘Aliif Laam Miim satu huruf tetapi aliff satu huruf, laam satu huruf dan mim satu huruf. (HR.Tirmidzi).
9.    Sesungguhnya rumah itu akan terasa luas bagi penghuninya, akan didatangi malaikat, dijauhi syaitan dan akan membanjir pula di dalamnya kebaikan, jika dibacakan Al-Qur’an di dalamnya. (Abu Hurairah )
10.    Sebaliknya, rumah itu akan terasa sempit bagi penghuninya, akan dijauhi malaikat dan didatangi syaitan serta tidak banyak kebaikan, jika tidak dibacakan Al-Qur’an di dalamnya. (HR.Ad-Darimi).

oleh : fery Muhammad

fie3 Al- Quran

Asal mula Nabi Adam AS.

May 19th, 2009

Sesudah langit dan bumi serta malaikat dan jin diciptakan, maka Allah hendak menciptakan makhluk yang akan diperintah untuk mengelola bumi. Hal itu diutarakan kepada para malaikat. “Aku akan menciptakan manusia untuk menjadi pengatur dibumi.”
Para malaikat mengira lalai dalam menjalankan tugasnya maka mereka berkata: “Mengapa Tuhan menciptakan manusia bukankah mereka hanya akan berbuat kerusakan diatas bumi. Mereka akan saling bermusuhan dan berbunuhan. Sedangkan kami para malaikat senantiasa patuh dang mengagungkan Nama-Mu?”
Untuk melenyapkan kekhawatiran para malaikat itu, Allah kemudia berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”.
Para malaikat bungkam mendengar penegasan Allah itu. Baukankah Allah Maha Mengetahui atas segala sesuatu?
Demikianlah Allah kemudian, menciptakan Adam dari tanah liat dan lupur hitam. Setelah terbentuk kemudian dimasukkan roh kedalamnya. Adam pun kemudian hidup, bisa berdiri tegak.
Allah kemudian memerintahkan para malaikat untuk bersujud atau menghormat pada Adam. Para malaikat pun bersujud sebagai penyataan hormat dan ucapan selamat atas terciptanya Adam.
Allah bertanya, “Apakah yang membuat engkau tidak bersujud kepada Adam.
“Saya lebih baik dari Adam. Engkau ciptakan saya dari api sedang Adam hanya dari segumpal tanah”. Kata iblis menyombongkan diri.
Yang berpendapat api lebih baik daripada tanah adalah iblis sendiri. Padahal hanya Tuhanlah yang Maha Tahu siapa yang lebih mulia di antara makhluk ciptaan-Nya.
Allah murka mendengar perkataan iblis, hai iblis keluarlah engkau dari sorga. Sungguh tidak patut kau tinggal disini lagi dan terkutuklah engkau selama-lamanya!”
Iblis bersumpah. “Ya Allah, karena Engkau telah menghukum saya sebagai yang tersesat, maka saya akan menghalang-halangi Adam danketurunannya dari jalanMu yang lurus. Saya akan mendatangi mereka dari muka dan belakang dari kiri dan kanan.”
Allah berfirman, “Untuk melawan segala tipu daya dan akal busukmu, Aku beri manusia senjata yang ampuh. Dengan akal itu, aku bimbing mereka dengan petunjuk-petunjuk (agama). aku tuntun mereka ke jalan yang benar. Dengan akal itu manusia akan mampu membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Siapa yang tidak menggunakan akalnya tentu dapat kau sesatkan. Mereka yang sesat itu, akan mempertanggungjawabkan perbuatannya pada-Ku dihari kemudian!”
Mendengar firman Allah, iblis semakin benci kepada Adam. Ia kemudian mendekati Adam. Diperiksanya seluruh tubuh Adam, ia ingin mencari titik kelemahan Adam. Akhirnya dapat ditemukannya yaitu nafsu. Nafsu cenderung melakukan perbuatan yang buruk. Bila manusia cenderung menurutkan hawa nafsunya maka sangat mudah bagi iblis untuk menjerumuskannya.
Allah kemudian mengajarkan  kepada Adam nama-nama benda yang dilihatnya. Dengan demikian Adam mengetahui nama-nama benda yang ada di muka bumi. Itulah pengetahuan pokok yang nanti diperlukannya untuk mengatur dan memelihara bumi.
Berfirman Allah kepada para malaikat. “Sebutkanlah kepada-Ku nama-nama benda itu!”
“Maha Suci Engkau ya Allah. Tidak ada yang kami ketahui selain apa yang engkau ajarkan kepada kami. Hanya engkaulah yang mengetahui segala-galanya,” kata para malaikat dengan penuh takzim.
“Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama benda-benda itu!”
Adam kemudian menyebut nama benda-benda yang diketahuinya. Para malaikat kagum. Mereka memberi hormat sehormat-hormatnya.
Allah berfirman, “Bukankah sudah kukatakan, aku mengetahui rahasia langit dan bumi aku lebih mengetahui apa yang tidak kamu ketahui?”
Allah kemudian memberikan Adam sebuah tempat yang nyaman dan sentosa yaitu sorga. Tempat itu indah permai, segala kebutuhan hidup telah tersedia. Kebun surga penuh dengan buah-buahan yang asanya lezat. Air sungainya jernih dan berbau harum. Pohon, tumbuhan, dan rumput seperti ditata rapi, teduh dan nyaman sekali.
Iblis telah bersumpah untuk menyesatkan Adam dan keturunannya. Ia berdaya upaya agar Adam terusir dari surga. Kebetulan pada saat itu Adam dan hawa sedang merasa haus dan lapar. Dia merayu Adam dan hawa untuk memakan buah terlarang (buah kuldi).
Dengan tertunduk malu, menyesal atas dosa yang telah dilakukan Adam berkata, “Wahai Tuham kami, kami telah menganiaya diri kami seniri dan telah melanggar perintah-Mu, karena terkena bujuk rayu iblis, jika engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk golongan orang-orang yang merugi”.

fie3 Asal Mula Kehidupan

Asal mula malaikat

May 15th, 2009

Sesudah menciptakan langit dan bumi maka Allah menciptakan makhluk yang lain bernama malaikat. Malaikat dibuat dari nur atau cahaya. Malaikat diciptakan sebagai makhluk yang tunduk patu senantiasa berbakti kepada-Nya. Sama sekali tidak pernah durhaka kepadanya.
Malaikat tidak mempunyai nafsu, tidak makan dan tidak tidur dan tidak melakukan perbuatan dosa. Tidak berjenis laki-laki atau perempuan dan mempunyai alam tersendiri yaitu alam ghaib yang tidak dapat dilihat manusia.

fie3 Asal Mula Kehidupan

Asal mula Jin dan iblis

May 15th, 2009

Jin dan iblis diciptakan dari api yang sangat panas. Ia mempunyai jenis kelamin laki-laki dan perempuan. Jin ada yang patuh dan ada yang ingkar kepada perintah Tuhan. Jin yang ingkar dan membangkang perintah Tuhan disebut iblis dan setan.
Iblis dan keturunannnya adalah makhluk yang sangat durhaka dan jahat. Tidak ada kebaikannya sama sekali. Pekerjaan iblis dan setan adalah menggoda manusia agar tersesat dan jatuh dalam lembah dosa.

fie3 Asal Mula Kehidupan

Asal mula langit dan bumi

May 15th, 2009

Asal mula langit dan bumi
Sebelum nabi Adam diciptakan. Allah menciptakan langit, bumi dan segala isinya, gunung, laut, tumbuhan, hewan, binatang, dan matahari sebagai sumber panas dan bulan sebagai penerang dimalam hari.
Langit dan bumi oleh Allah diciptakan dalam waktu enam hari atau masa. Sedangkan satu hari atau satu masa di sisi Tuhan sama dengan seribu tahun menurut perhitungan manusia.
Allah Maha Kuasa, apabila menghendaki sesuatu cukup berfirman, “Kun” (jadilah!) maka jadilah apa yang diingankannya.

fie3 Asal Mula Kehidupan